ANALISIS PENGARUH KUALITAS LAYANAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER TERHADAP KEPUASAN USER DI UNIVERSITAS BINA DARMA


ANALISIS PENGARUH KUALITAS LAYANAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER TERHADAP KEPUASAN USER
DI UNIVERSITAS BINA DARMA
Oleh : Zanial
Dosen Tetap Universitas Bina Darma

Abstrack : The rapid development of Information Technology provides much amenity in many aspects including education. Academic Information Systems Software is designed to serve the student as the student’s satisfaction with academic information system services will determine the succesful of the university. The purpose of this research is to seek how the influence of relevancy (X1), Accuracy(X2), Responsiveness(X3) to expectancy/ satisfaction(Y). The benefit of this research is to know those three variables toward the quality of service and also as a reference to measure the user’s satisfaction, The Method used in this research is survey with the nature of descriptive and verifikatif  where writer took the sampel from a population by using questionnaire which has been collected from 182 respondents. The result of test  from each variable is 1,968 for Relevancy,  3,486 for Accuracy and 6,656 for  Responsiveness. The f test is the relation value among Relevancy variable, accuracy variable as well as responsiveness variable to expectancy is significant. Responsiveness has strong influence to user expectation at Bina Darma University environment. Hence, the management should give special attention to some factors which are able to influence the responsiveness and to provide the guidelines to the positive action. As the strong responsiveness will be able to improve satisfaction level of information system users and provide the significant contribution to institution. The Accuracy must be created eminently, so that users can take benefit from it which is able to improve expectancy. The Relevancy must be created better, so that user  can take more benefit from it which is capable of enhancing expectation

1.             PENDAHULUAN

Perkembangan Teknologi Informasi  (TI) yang sangat pesat dewasa ini memberikan banyak kemudahan pada berbagai aspek kegiatan bisnis. Peranan TI dalam berbagai aspek  kegiatan bisnis dapat dipahami karena sebagai sebuah teknologi yang menitik beratkan pada pengaturan sistem informasi dengan penggunaan  komputer, TI dapat memenuhi kebutuhan informasi dunia bisnis dengan sangat  cepat, tepat waktu, relevan, dan akurat. Penerapan TI bagi perusahaan mempunyai peranan penting dan  dapat menjadi pusat strategi bisnis untuk memperoleh keunggulan bersaing. Selanjutnya, (Nasution, 2004) juga menyebutkan bahwa saat ini TI sudah menjadi kebutuhan dasar bagi setiap perusahaan terutama  dalam menjalankan segala aspek aktifitas organisasi.
Menurut Bodnar dan Hopwood (Nasution, 2004)  terdapat tiga hal yang berkaitan dengan  penerapan TI berbasis komputer yaitu ; (a) Perangkat keras (hardware); (b)Perangkat lunak (software), dan; (c) Pengguna (brainware). Ketiga elemen tersebut saling berinteraksi dan dihubungkan dengan suatu perangkat masukan keluaran (input-output media), yang sesuai dengan fungsinya masing-masing.  Perangkat keras (Hardware) adalah media yang digunakan untuk memproses informasi. Perangkat lunak (software) yaitu sistem dan aplikasi yang digunakan untuk memproses masukan (input) untuk menjadi informasi, sedangkan pengguna (brainware) merupakan hal yang terpenting karena fungsinya sebagai, pengembang  hardware dan software, serta sebagai pelaksanan (operator) masukan (input) dan sekaligus penerima keluaran (output) sebagai pengguna sistem (user). Pengguna sistem adalah manusia (man) yang secara psikologi memiliki suatu prilaku (behavior) tertentu yang melekat pada dirinya, sehingga aspek keprilakuan dalam konteks manusia sebagai pengguna(brainware) TI menjadi penting sebagai faktor penentu pada setiap orang yang menjalankan TI.
Saat ini Teknologi informasi menjadi faktor penentu keberhasilan dalam suatu organisasi. Demikian juga halnya dengan dunia pendidikan khususnya Perguruan Tinggi yang dalam perkembangannya sekarang membutuhkan penanganan yang serius dalam hal pelayanan kepada pengguna jasa pendidikan. Pendidikan menurut Crow dan Crow (Ratnawati 2003), adalah proses yang berisi berbagai macam kegiatan yang sesuai dengan kegiatan seseorang untuk kehidupan sosialnya dan membantu kebiasaan-kebiasaan dan kebudayaan serta kelembagaan sosial dari generasi ke generasi.
Jasa pelayanan adalah usaha atau kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan sesuatu yang tidak berwujud, namun dapat dinikmati. Keluaran dari usaha ini tidak dapat dilihat dan diraba.  Dengan demikian, jelas bahwa pendidikan dapat dikategorikan sebagai suatu lembaga yang termasuk kategori pemberi pelayanan jasa, sehingga apabila ingin dilihat kinerjanya berasal dari mutu pelayanan yang dilakukannya.
Menurut Ratnawati (2003) bahwa kepuasan siswa, orangtua, atau pemakai jasa adalah perbandingan antara harapan yang diinginkan para siswa/orangtua pada saat mereka mendaftar (mendaftarkan anak) menjadi siswa sekolah tertentu,  dengan apa yang mereka rasakan setelah mengikuti pelajaran (persepsi). Persepsi adalah situasi yang dihadapi setelah mengikuti atau menyelesaikan suatu tahapan pembelajaran sehingga mereka benar-benar memahami apa yang dihadapinya. Apabila dilihat dari sudut pemakai jasa pelayanan pendidikan, maka harapan adalah keinginan untuk mendapatkan lulusan yang siap memasuki dunia mereka sedangkan persepsi adalah apa yang dilihat, dialami atas hasil kerja keluaran pendidikan. 
Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan makin meningkatnya kecepatan arus informasi akibat globalisasi, menyebabkan peranan teknologi informasi menjadi vital dan sangat menentukan bagi sebuah perguruan tinggi dalam meningkatkan kemampuannya menghadapi persaingan dan mampu memberikan pelayanan yang memuaskan bagi mahasiswanya.
Parasuraman (dalam Wijaya dan Irawati 2004) mendefinisikan kualitas layanan sebagai sebuah perbandingan dari harapan pelanggan dengan persepsi dari layanan nyata yang mereka terima. Persepsi kualitas layanan juga didefinisikan sebagai persepsi konsumen secara keseluruhan baik keunggulan dan kelemahan dari organisasi dan pelayanannya. Konsep kualitas layanan yang dikemukakan Parasuraman (dalam Wijaya dan Irawati 2004) terdiri dari lima dimensi yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty.
Setiap perusahaan atau organisasi yang menggunakan strategi kepuasam konsumen akan menyebabkan para pesaingnya berusaha keras merebut atau mempertahankan konsumen suatu perusahaan. Kepuasan konsumen merupakan strategi jangka panjang yang membutuhkan konsumen baik dari segi dana maupun sumber daya manusia (Schnaars, 1991 dalam Wijaya dan Irawati 2004)
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan dibutuhkan suatu Sistim Informasi yang selalu mengikuti perkembangan teknologi informasi yang terjadi. Universitas Bina Darma sebagai salah satu perguruan tinggi mempunyai komitment untuk memanfaatkan serta mengikuti perkembangan teknologi informasi untuk meningkatkan pelayanan yang didukung sistem informasi kepada para pengguna jasa pendidikan.
Jika sistem tidak menyediakan informasi yang dibutuhkan maka para pengguna jasa pendidikan akan mengalami kekecewaan dan mencari alternatif lain. Dengan demikian kepuasan para pengguna jasa pendidikan dapat digunakan unruk mengevaluasi kinerja Sistem Informasi suatu organisasi.
Untuk itu diperlukan suatu penelitian guna mengukur tingkat kepuasan para pengguna jasa pendidikan yang menggunakan Sistem Informasi Akademik yang ada saat ini khususnya di Universitas Bina Darma yang dijadikan bahan penelitian ini untuk dijadikan bahan pertimbangan perbaikan yang akan dilakukan oleh lembaga.
Batasan masalah pada penelitian ini adalah;  Sistim informasi yang akan diteliti adalah Sistim Informasi Akademik dengan responden responden adalah mahasiswa Universitas Bina Darma Palembang dalam hal ini adalah mahasiswa Strata 1, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Teknik dan Fakultas Psikologi Universitas Bina Darma.
Variabel yang akan diukur dalam penelitian ini adalah ; Pertama, Relevansi hasil keluaran adalah dimensi yang kualitas layanan yang menyatakan relevansinya hasil keluaran dengan apa yang dibutuhkan mahasiswa terhadap Sistim Informasi Akademik, Kedua, Akurasi hasil keluaran adalah dimensi yang kualitas layanan yang menyatakan keakuratan hasil keluaran dari Sistim Informasi Akademik, Ketiga, Responsive(Ketanggapan)dimensi kualitas jasa yang dinyatakan sebagai persepsi mahasiswa terhadap tanggapan dan kecepatan dalam membantu dan memberikan layanan pada mahasiswa. Keempat, Ekspektasi (Kepuasan) dimensi kualitas jasa yang dinyatakan sebagai kenyataan yang diterima mahasiswa terhadap sistim Informasi Akademik.

Rumusan Masalah pada penelitian ini adalah; 1).Bagaimana pengaruh relevansi hasil keluaran terhadap kepuasan pengguna Sistim Informasi Akademik, 2).Bagaimana pengaruh Akurasi Hasil keluaran terhadap kepuasan pengguna Sistim Informasi Akademik, 3).Bagaimana Kecepatan dan tanggapan terhadap kepuasan pengguna Sistim Informasi Akademik, 4).Bagaimana Kualitas Layanan Sistim Informasi Akademik terhadap Kepuasan Pengguna Jasa Pendidikan di Universitas Bina Darma.
Masalah pokok yang mendasari pemilihan topik ini adalah adanya hal yang belum tersedianya informasi yang akurat tentang penilaian tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan yang ditunjang Sistem Informasi yang disediakan Universitas Bina Darma, sehingga pihak lembaga merasa kesulitan dalam mengambil keputusan untuk perbaikan sesuai yang diinginkan oleh pihak pengguna jasa pendidikan.

Tujuan  dari Penelitian ini adalah; 1.Untuk mencari pengaruh relevansi hasil keluaran terhadap kepuasan pengguna Sistim Informasi Akademik, 2.Untuk mencari pengaruh Akurasi Hasil keluaran terhadap kepuasan pengguna Sistim Informasi Akademik, 3.Untuk mengetahui Kecepatan dan tanggapan terhadap kepuasan pengguna Sistim Informasi Akademik, 4.Untuk mengetahui Kualitas Layanan Sistim Informasi Akademik terhadap Kepuasan Pengguna Jasa Pendidikan di Universitas Bina Darma.


2.      TINJAUAN  PUSTAKA
2.1         Pelayanan
Menurut Munir (1991) pelayanan  adalah aktivitas yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang dengan landasan faktor material melalui sistem, prosedur, dan metode tertentu dalam rangka  memenuhi kebutuhan orang lain sesuai dengan haknya.
Menurut Siagian(1998) pelayanan secara umum adalah rasa menyenangkan yang diberikan kepada orang lain disertai kemudahan-kemudahan dan memenuhi segala kebutuhan mereka.

2.2.    Kualitas Layanan Sistim Informasi
Menurut Tjiptono (1998) kualitas pelayanan/ jasa adalah tingkat keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan pelanggan/ pengguna.
Menurut Payne(2000) menyatakan kualitas jasa berkaitan dengan kemampuan sebuah organisasi untuk memenuhi atau melebihi harapan pelanggan/pengguna.
Layanan sistim informasi mempunyai karakteristik yang berbeda dengan jenis layanan yang lain. Perbedaan mendasar antara layanan Sistim Informasi dengan jenis layanan lainnya terletak pada lini produk layanan yang ditawarkan. Kunci keberhasilan dalam pemuasan pemakai layanan sistim informasi terletak bagaimana Unit Sistem informasi mengelola sumber daya manusia dan metodologi yang digunakan dalam pelayanannya. Pengelolaan factor-faktor tersebut dengan baik, akan menghasilkan suatu layanan Sistem Informasi yang handal, akurat, tepat waktu, efektif dan mampu memberikan kontribusi yang memadai bagi organisasi secara keseluruhan.( Soebiyantoro:2003)

2.3. Kepuasan Pengguna Jasa dan Kualitas Pelayanan
Kepuasan dalam situasi tertentu adalah kumpulan perasaan atau sikap seseorang dalam menghadapi berbagai faktor yang mempengaruhi situasi tersebut. Wannous dan Lawler (dalam Soebiayantoro :2003) mengatakan bahwa kepuasan (satisfaction) adalah kumpulan reaksi positif maupun negatif untuk set faktor. Perasaan seseorang harus ditempatkan disuatu tempat diantara suatu reaksi paling negatif  dan reaksi paling positif .
Kepuasan dalam hal ini para pengguna jasa pendidikan terhadap pelayanan yang diberikan oleh organisasi yang didukung Sistem Informasi Akademik. Analisis kepuasan yang dilakukan ditinjau dari bagaimana para pengguna jasa pendidikan menerima pelayanan dan bagaimana mereka mendapatkan pelayanan tersebut, yaitu apakah mereka merasakan pelayanan yang berkualitas dan apakah pelanggan merasa puas. Jadi disini terdapat 2 hal yaitu pelayanan yang diharapkan dan pelayanan yang diterima. (Soebijantoro,2003)
2.1.4. Pelayanan
Berbagai definisi diberikan untuk menjelaskan tentang jasa pelayanan, Pelayanan/jasa, adalah suatu perbuatan di mana seseorang atau suatu kelompok menawarkan pada kelompok/orang lain sesuatu yang pada dasarnya tidak berwujud dan produksinya berkaitan atau tidak berkaitan dengan fisik produk.
Definisi jasa adalah sesuatu yang dapat didefinisikan secara terpisah, tidak berwujud, dan ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan di mana jasa dapat dihasilkan dengan menggunakan benda-benda berwujud atau tidak.
Dari batasan tersebut di atas dapat dikatakan bahwa jasa pelayanan adalah usaha atau kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan sesuatu yang tidak berwujud, namun dapat dinikmati. Keluaran dari usaha ini tidak dapat dilihat dan diraba.  Dengan demikian, jelas bahwa pendidikan dapat dikategorikan sebagai suatu lembaga yang termasuk kategori pemberi pelayanan jasa, sehingga apabila ingin dilihat kinerjanya berasal dari mutu pelayanan yang dilakukannya.
Untuk memperkuat kenyataan tersebut,  bahwa jasa yang diberikan kepada konsumen mengandung karakteristik:
1.      Intangibility (tidak berwujud), artinya adalah bahwa suatu jasa mempunyai sifat tidak berwujud, tidak dapat dirasakan dan tidak dapat dilihat, didengar atau dicium sebelum membelinya, misalnya pasien dalam kantor psikiater tidak dapat diramalkan hasil yang akan terjadi dari terapi pasien sebelumnya;
2.      Inseparability (tidak dapat dipisahkan), artinya adalah bahwa pada umumnya jasa dikonsumsikan (dihasilkan) dan dirasakan pada waktu bersamaan dan apabila dikehendaki oleh seseorang untuk diserahkan kepada pihak lainnya, dia akan tetap merupakan bagian dari jasa tersebut, dan hal ini tidak berlaku bagi barang fisik yang diproduksi, ditempatkan pada persediaan dan didistribusikan ke berbagai pengecer dan akhirnya dikonsumsi;
3. Variability (bervariasi), artinya bahwa barang jasa yang sesungguhnya sangat mudah berubah-ubah, karena jasa tergantung pada siapa yang menyajikan dan di mana disajikan. Pembeli akan berhati-hati terhadap keragaman ini dan seringkali membicarakannya dengan yang lain sebelum memilih seseorang penyedia jasa. (Ratnawati, 2003)
Apabila diperhatikan batasan dan karakteristik yang diutarakan di atas, ternyata dunia pendidikan merupakan bagian dari batasan tersebut. Dengan demikian, lembaga pendidikan dapat dikategorikan sebagai lembaga pemberi jasa pada para konsumen, dalam hal ini mahasiswa sebagai pengguna jasa. Oleh karena itu, dalam tulisan ini mahasiswa sebagai pemakai adalah pelanggan dari lembaga pendidikan. Mereka inilah yang berhak memberikan penilaian memuaskan atau tidaknya lembaga pendidikan yang ditunjang Sistim Informasi Akademik.

2.1.8. Kualitas Layanan Sistim Informasi dan Teknologi Informasi
Layanan sistem  informasi mempunyai karakteristik yang berbeda dengan jenis layanan yang lain. Keterikatan antara teknologi yang berkembang pesat, metodologi dan kemampuan penyerapan pengetahuan bagi pelaksana penyerahan pelayanan sangat erat. Kesulitan mengindentifikasikan kebutuhan pemakai, beragamnya tipe dan karakteristik pemakai layanan Sistim Informasi yang tidak mungkin dilakukan generalisasi, menambah kompleksnya layanan ini. (Soebiyantoro 2003).
Perbedaan mendasar antara layanan Sistem  informasi dengan jenis layanan lainnya terletak pada lini produk layanan yang ditawarkan. Lini produk layanan Sistim Informasi merupakan pungsi lini dari Unit Sistim Informasi. Kunci keberhasilan dalam pemuasan pemakai layanan Sistim Informasi terletak pada bagaimana Unit Sistim Informasi mengelola sumberdaya manusia dan metodologi yang digunakan dalam pelayanannya.  Pengelolaan factor-faktor tersebut dengan baik, akan menghasilkan suatu layanan Sistim Informasi yang handal, akurat, tepat waktu, efektif  dan mampu memberikan kontribusi yang memadai bagi organisasi secatra keseluruhan.
Sedangkan untuk pengukuran kualitas layanan Sistim Informasi, kepuasan pemakai dapat digunakan sebagai ukuran tidak langsung bagi keberhasilan Sistim Informasi suatu organisasi. Menurut Cohen 1981 (dalam Soebiyantoro 2003), untuk mengukur kepuasan pemakai dengan baik diperlukan suatu instrument pengukuran yang tidak saja sesuai, tetapi juga mempunyai kualitas yang tinggi. Ada beberapa metode pengukuran kepuasan pemakai terhadap kualitas layanan Sistim Informasi, yaitu USISF, SERVQUAL dan penyesuaian USISF dan SERVQUAL.
a. USISF (User Satisfaction of Information System Function)
USISF merupakan metode pengukuran kepuasan  pemakai terhadap layanan fungsi Sistim Informasi, yang dilakukan untuk sistem  aplikasi tertentu. Leon 1986 (dalam Soebiyantoro 2003). Mengemukakan 13 item, yaitu; (1) Hubungan dengan staf Unit Sistem  Informasi, (2)proses yang dilakukan untuk melakukan perubahan oleh Unit Sistem  Informasi terhadap permintaan pemakai layanan Sistim Informasi, (3)tingkat pelatihan PDE yang disediakan, (4)pemahaman pemakai tentang sistim yang digunakan, (5)partisipasi pemakai, (6)perhatian staf unit Sistem  Informasi, (7)reliabilitas hasil keluaran, (8)relevansi hasil keluaran, (9)akurasi hasil keluaran, (10)ketelitian hasil keluaran, (11)komunikasi dengan staff Unit Sistim Informasi, (12)waktu yang diperlukan untuk mengembangkan sistem  baru, (13)kelengkapan hasil keluaran.
b. SERVQUAL (Service Quality)
Merupakan metode pengukuran kepuasan pemakai yang dikemukakan oleh Pasuraman. Metode ini lebih berifat umum, belum mengarah kepada layanan Sistim Informasi. Ada lima indikator yang dipakai, yaitu (1)reability, (2)responsive, (3)assurance, (4)empaty, (5) tangibles.
c. Penyesuaian Antara USISF dan SERVQUAL
Meruapakan metode yang paling sesuai untuk mengukur kepuasan pemakai terhadap layanan Sistem  Informasi (Leon 1996 dalam Soebiyantoro 2003), dalam hal ini penulis mengambil 6 item pada USISF dan dan 2 item lagi pada  SERVQUAL, item tersebut adalah; (a)relevansi hasil keluaran (USISF), (b)akurasi hasil keluaran (USISF), (c)responsive(SERVQUAL).
2.1.9. Sistem Informasi Akademik
Untuk membahas kajian tentang Sistim Informasi Akademik, maka berikut ini penulis mengutip beberapa pendapat ahli. Menurut Murdik(dalam Rahmadana dan Bijaksana 2002), sistem  adalah seperangkat elemen yang membentuk kegiatan atau suatu prosedur/ bagian pengolahan yang mencari suatu tujuan-tujuan bersama dengan mengoperasikan data atau barang pada waktu tertentu untuk menghasilkan informasi atau energi atau barang. Penekanan terhadap pengertian sistem  ini adalah kepada prosedur pencarian dan pengolahan untuk dioperasikan menjadi informasi untuk menghasilkan barang dan jasa sebagai tujuan.
Menurut Moekijat (dalam Rahmadana dan Bijaksana 2002), suatu sistem  dapat dirumuskan sebagai setiap kumpulan bagian-bagian atau subsistem yang disatukan, yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan. Pengertian yang dikemukakan ini juga kalau kita telaah pada dasarnya mengandung pengertian yang sama terhadap a[a yang telah diungkapkan oleh Murdick tentang sistem .
Untuk mengetahui pengertian informasi yang dalam hal ini penulis mengutip pendapat ahli,yaitu menurut Davis(dalam Arifin,2002)mengatakan data atau informasi merupakan kelompok teratur, studi yang mewakili kuantitas tindakan, benda dan sebagainya. Data berbentuk karakter yang dapat berupa alphabet, angka maupun symbol-simbol khusus. Data merupakan kelompok teratur yang refresentatif tidakan, barang/benda dan sebagainya. Mewakili kuantitas tindakan bias juga dimaksudkan bahwa data tersebut merupakan hasil laporan kerja yang disajikan dalam bentuk laporan dengan karakter kuantitas atau banyaknya kegiatan ataupun tindakan yang dilakukan dalam perusahaan. Data atau informasijuga dapat mewakili benda/barang yang disajikan dalam bentuk laporan (mewakili keadaan benda/jasa)
Sistim Informasi Akademik merupakan sumber daya yang terhadap segala sesuatu dalam bentuk informasi yang ada kaitannya dengan masalah-masalah akademik di kampus. Sistem  Informasi Akademik selain merupakan sumber daya informasi di kampus, juga dapat digunakan sebagai sarana media komunikasi antara dosen dan mahasiswa, mahasiswa dengan mahasiswa dosen dengan pejabat kampus terkait dan siapa saja yang ada di lingkungan kampus tersebut. Karena menggunakan teknologi internet tidak hanya dilakukan dalam kampus saja tetapi diluar kampuspun bias dilakukan bahkan dimana saja di seluruh dunia ini asalkan ada sebuah computer yang terhubung dengan internet. Sistim Informasi Akademik adalah merupakan sistem  informasi yang berbasis web yang bertujuan untuk membentuk Knowledge Based System yang dapat diakses internet, sebagai contoh macam informasi yang ada didalamnya adalah; (Arifin, 2002)
a.       Berita, berisi informasi terbaru yang diterbitkan oleh lembaga pendidikan maupun informasi teknologi dari berbagai sumber berita.
b.      Pendidikan, berisi informasi yang berkaitan dengan perkuliahan yang terdapat dilembaga pendidikan, misalnya kurikulum, Satuan Acara Perkuliahan(SAP), dosen, materi kuliah, Kerja Praktek, tugas akhir dan penelitian.
c.       Komunitas, berisi tentang komunitas yang ada di lembaga pendidikan yang akan menginformasikan tentang Civitas Akademika misalnya Staff, mahasiswa, Alumni, bulletin dan lain-lain.
d.      Data Personal, berisi Informasi yang berrhubungan dengan mahasiswa diantaranya;
1)      Kartu Rencana Studi (KRS) sesuai dengan mata kuliah yang telah diprogramkan dalam satu semester
2)      Kartu Hasil Studi(KHS) unruk mengetahui hasil yang telah dicapai selama mengikuti perkuliahan dan hasil evaluasi studi, sekaligus mengetahui indeks prestasinya
e.       Jadwal Perkuliahan, yang berisi tentang jadwal kuliah, kegiatan mahasiswa, memonitor jadwal perkuliahan dosen, jumlah kehadiran dalam mengikuti perkuliahan
f.       Perpustakaan, berisi tentang informasi buku melalui catalog online
g.       Electronic Mail (Email), fasilitas ini untuk mengirim dan menerima surat/pesan sekaligus dapat dijadikan sebagai sarana atau alat diskusi antar mahasiswa, dosen bahkan karyawan dalam lembaga pendidikan.
2.1.10. Responden
Untuk lebih akurantanya penelitian ini responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif universitas Bina Darma yang diambil secara bervariasi dari semester awal hingga semester akhir dari Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Teknik dan Fakultas Psikologi.

2.             METODE PENELITIAN
Penelitian yang dilakukan ini termasuk riset deskriptif agar dapat menjawab bagaimana hubungan dan pengaruh objek penelitian, sedangkan metode penelitian yang dipakai adalah metode dengan melalui pendekatan kuantitatif dan dengan cara melakukan survey untuk mendapatkan data primer yang akan digunakan untuk memperoleh hasil analisa atas penelitian ini. Survei dilakukan kepada responden yakni mahasiswa aktif di Universitas Bina Darma.
3.2.3. Pengujian Data
Mengingat pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, maka kesungguhan responden dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. Keabsahan atau kesahihan suatu hasil penelitian sosial sangat ditentukan oleh alat ukur yang digunakan. Apabila alat ukur yang dipakai tidak valid dan atau tidak dapat dipercaya, maka hasil penelitian yang dilakukan tidak akan menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. Dalam mengatasi hal tersebut diperlukan dua macam pengujian, yaitu uji validitas (test of validity) dan uji keandalan (test of reliability) untuk menguji kesungguhan jawaban responden.
a. Uji Validitas (Test of Validity)
Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang telah disusun benar-benar mengukur apa yang perlu diukur. Uji validitas berguna untuk menentukan seberapa cermat suatu alat melakukan fungsi ukurannya. Alat ukur validitas yang tinggi berarti mempunyai varian kesalahan yang kecil, sehingga memberikan keyakinan bahwa data yang terkumpul merupakan data yang dapat dipercaya.
Dalam penelitian ini uji validitas dilakukan dengan mengkorelasikan masing-masing pertanyaan dengan jumlah skor untuk masing-masing variabel. Angka korelasi yang diperoleh secara statistik harus dibandingkan dengan angka kritik tabel korelasi nilai r. Bila r hitung > r tabel berarti data tersebut signifikan (valid) dan layak digunakan dalam pengujian hipotesis penelitian yang sebaliknya bila r hitung < dari r tabel berarti data tersebut tidak signifikan (tidak valid) dan tidak akan diikutsertakan dalam pengujian hipotesis penelitian.
b. Uji Reliabilitas (Test of Reliability)
Setelah dilakukan uji validitas atas pertanyaan atau pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas. Uji reliabilitas bertujuan untuk mengetahui apakah alat pengumpul data pada dasarnya menunjukkan tingkat ketepatan, keakuratan, kestabilan atau konsistensi alat tersebut dalam mengungkapkan gejala tertentu dari sekelompok individu, walaupun dilakukan pada waktu yang berbeda. Uji keandalan dilakukan terhadap pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan yang sudah valid. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan teknik belah dua, yang langkah kerjanya sebagai berikut: (1) Membagi pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan menjadi dua belah. (2) Skor untuk masing-masing pertanyaan atau pernyataan pada tiap belahan dijumlahkan sehingga menghasilkan dua skor total untuk masing-masing responden, (3) Mengkorelasikan skor total belahan pertama dengan skor total belahan kedua, dengan menggunakan korelasi product moment, (4) Mencari reliabilitas untuk keseluruhan pertanyaan atau pernyataan dengan rumus Spearman-Brown.
Reliabilitas dari setiap pertanyaan akan ditunjukkan dengan hasil rhitung yang lebih besar atau sama dengan r tabel, dan rhitung nya positif.

3.1. Operasionalisasi Variabel
Pada dasarnya data yang diperlukan dalam penelitian ini dapat dibagi menjadi 3 variabel yaitu;
  1. Relevansi hasil keluaran(X1) adalah dimensi yang kualitas layanan yang menyatakan relevansinya hasil keluaran dengan apa yang dibutuhkan mahasiswa terhadap Sistim Informasi Akademik. (Soebiyantoro 2003)
  2. Akurasi hasil keluaran(X2) adalah dimensi yang kualitas layanan yang menyatakan keakuratan hasil keluaran dari Sistim Informasi Akademik (Soebiyantoro 2003)
  3. Responsive(Ketanggapan) (X3), yaitu dimensi kualitas jasa yang dinyatakan sebagai persepsi mahasiswa terhadap tanggapan dan kecepatan dalam membantu dan memberikan layanan pada mahasiswa (Pasuraman dalam P.Ratnawati)

3.2.  Sumber dan Pengumpulan Data
Data primer dikumpulkan berdasarkan jawaban responden dengan menggunakan kuestioner. Kuestioner dalam penelitian ini terdiri dari 4 bagian dengan perincian sebagai berikut;
Relevansi Hasil Keluaran
1      Anda mengetahui Jadwal sebelum Mengisi KRS
2      Anda menerima KRS sesuai dengan apa yang anda isi.
3      KRS yang anda terima, bermanfaat karena ada informasi penting disitu
4      Jadwal yang keluar di KRS anda sesuai dengan apa yang anda pilih
5      Anda menerima KHS sesuai dengan mata kuliah yang anda pilih
Akurasi Hasil Keluaran
6      KRS yang anda terima telah sesuai dan lengkap informasinya
7      DPNA yang ada di dosen pengajar sudah tercantum nama anda
8      Anda menerima KRS sesuai dengan apa yang anda isi.
9      KHS yang anda terima sudah lengkap sesuai dengan yang anda ikuti
10    Nilai yang ada di KHS sesuai dengan DPNA di dosen pengasuh mata kuliah tersebut
RESPONSIVENESS
11    Bagian pelayanan akan menerima Laporan kesalan dari anda
12    Bina Darma memberitahukan kepada anda mengenai masa Pembuatan KRS
13    Bina Darma memberitahukan kepada anda mengenai masa Pembagian KHS
14    Jika ada kesalahan dalam KRS atau KHS bagian pelayanan melayani  untuk perbaikan
15    Bagian Pelayanan merespon setiap permintaan/pertanyaan yang anda ajukan
Ekspektasi
16    Bagian pelayanan Telah melayani anda secara baik
17    Hasil yang dikeluarkan oleh Sistim Informasi Akademik telah memenuhu kebutuhan anda
18    Manfaat dari KHS dan KRS dan DPNA yang dikeluarkan Sistim Informasi akademik telah memenuhi keinginan anda

Tabel 3.1. Operasional Dimensi Kualitas Jasa
Dimensi Kualitas
No. ITEM
Skala
Relevansi hasil keluaran
5
Ordinal
Akurasi hasil keluaran
5
Ordinal
Responsive
5
Ordinal
Ekspektasi
3
Ordinal

Untuk memudahkan dan menghasilkan perhitungan yang akurat, maka digunakan jasa computer dengan Perangkat lunak  Statistick Program Social Science (SPSS)
Sedangkan data Sekunder didapat dari kepustakaan, jurnal dan dari internet.

3.3.  Metode Analisis
Untuk menganalisis dari penelitian ini guna menguji hipotesis yang diajukan, digunakan metode regresi berganda dengan uji validitas dan reabilitas, uji persyaratan alnalisis regresi majemuk yang terdiri dari uji normalitas, heterokedastisitaas, uji korelasi, yang dapat mengetahui tingkat kepentingan pelayanan menurut pengguna jasa pelayanan Sistim informasi akademik dan tingkat kepuasannya terhadap pelayanan yang diberikan.

4.      HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian
Dalam bab IV ini akan dibahas hasil penelitian mengenai pengaruh relevansi, akurasi dan responsiv terhadap kepuasan pengguna Sistim Informasi Akademik yang diukur dengan cara survey. Namun sebelumnya terlebih dahulu akan dilakukan pengujian terhadap data yang telah dikumpulkan melalui analisis instrumen penelitian. Analisis instrumen penelitian dilakukan untuk menguji apakah instrumen yang digunakan memenuhi syarat-syarat alat ukur yang baik atau tidak. Instrumen dikatakan baik apabila instrumen penelitian tersebut memenuhi sifat valid dan reliabel. Untuk menentukan apakah suatu instrumen dapat dikatakan valid dan reliabel maka dilakukan pengujian dua tahap yaitu, uji validitas dan uji reliabilitas. Adapun pengujian tersebut akan diuraikan sebagai berikut:
4.1.1 Karakteristik Responden
Jumlah Karakteristik responden dalam penelitian ini antara lain berdasarkan, jenis kelamin,  Fakultas dan semester pada Universitas Bina Darma. Dengan jumlah 182 mahasiswa yang meliputi Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik dan Fakultas Psikologi. Dari Tabel 4.1 merupakan hasil analisis karakteristik responden memperlihatkan Jumlah mahasiswa berjenis kelamin laki-laki 88 dan jenis kelamin wanita sebanyak 94 mahasiswa, untuk fakultas Ilmu Komputer terdiri dari 137 mahasiswa, Fakultas Ekonomi 28 Mahasiswa, Fakultas Teknik 8 Mahasiswa dan Psikologi 9 mahasiswa, masing untuk semster III didapat sebanyak 30 mahasiswa, semester 5 sebanyak 84 mahasiswa dan semester 7 sebanyak  68 mahasiswa
Tabel 4.1  Rekapitulasi Distribusi Karakteristik Responden
No
Distribusi Profil Responden
Frequency

Percent

1
Distribusi Fakultas



Fak. Ilmu Komputer
137
75.3%

Fak. Ekonomi
28
15.4%

Fak. Teknik
8
4.4%

Fak. Psikologi
9
4.9%

Total
182
100%
2
Distribusi Jenis Kelamin



Laki-laki
88
48%

Wanita
94
52%

Total
182
100%
3
Distribusi Semester



III
30
16%

V
84
46%

VII
68
38%

Total
182
100%

Sumber : Data Primer yang Diolah

4.2. Deskripsi Variabel Penelitian

Sebanyak 182 mahasiswa dari 3775 mahasiswa aktif pada semsester III sampai semseter VII yang terpilih menjadi responden dalam penelitian ini. Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari relevansi (X1) terdiri dari 5 item pertanyaan, Akurasi (X2) terdiri dari 5 item pertanyaan  dan Responsivness terdiri dari 5 item pernytaan. Variabel terikat penelitian ini adalah ekspektasi (Y) terdiri dari 3 item pertanyaan (Lihat lampiran). Untuk menganalisis variabel-variabel tersebut diambil dari skor rata-rata jumlah skor dari komponen masing-masing variabel kemudian membuat  interval untuk masing-masing nilai pada setiap variabel.


(1) Variabel  Relevansi (X1)
     Berikut Tabel 4.2 adalah tabel distribusi frekuensi variabel Relevansi(X1) berdasarkan data hasil pengumpulan kuesioner.

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Variabel Relevansi

Skor
Interval
Frekwensi
Persentase
Sangat tidak baik    
Tidak baik
Cukup
Baik                        
Sangat baik
1 s.d.1.7
1.8 s.d. 2.50
2.6 s.d. 3.3
3.4 s.d.4.3
4.4 s.d. 5.
0
9
36
100
37
0%
5%
20%
55%
20%
Total
182
100%
      (Sumber data primer yang diolah)

Dari Tabel 4.2 tersebut diketahui bahwa sebanyak 100 (55%) responden memilih baik untuk pertanyaan pada variabel relevansi, hal ini mencerminkan responden menganggap baik terhadap relevansi hasil keluaran.
 (2) Variabel  Akurasi (X2)
     Berikut Tabel 4.3 adalah tabel distribusi frekuensi variabel Akurasi (X2) berdasarkan data hasil pengumpulan kuesioner.
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Variabel Akurasi
Skor
Interval
Frekwensi
Persentase
Sangat tidak baik    
Tidak baik
Cukup
Baik                        
Sangat baik
1 s.d.1.7
1.8 s.d. 2.50
2.6 s.d. 3.3
3.4 s.d.4.3
4.4 s.d. 5
1
7
38
108
28
1%
4%
21%
59%
15%
Total
182
100%
      (Sumber data primer yang diolah)

Dari Tabel 4.3 tersebut diketahui bahwa sebanyak 108 (59%) responden memilih baik untuk pertanyaan pada variabel Akurasi, hal ini mencerminkan responden setuju untuk memiliki tingkat akurasi dalam bentuk keluaran

(3) Variabel  Responsivness (X3)
     Berikut Tabel 4.4 adalah tabel distribusi frekuensi variabel Responsivness (X3) berdasarkan data hasil pengumpulan kuesioner.
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Variabel Responsivness
Skor
Interval
Frekwensi
Persentase
Sangat tidak baik     
Tidak baik
Cukup
Baik                        
Sangat baik
1 s.d.1.7
1.8 s.d. 2.50
2.6 s.d. 3.3
3.4 s.d.4.3
4.4 s.d. 5
3
24
58
81
16
2%
13%
32%
45%
9%
Total
182
100%
      (Sumber data primer yang diolah)


Dari Tabel 4.4 tersebut diketahui bahwa sebanyak 81 (45%) responden memilih baik untuk pertanyaan pada variabel responsivnes, hal ini mencerminkan responden setuju untuk memiliki tingkat responsivness dalam melaksanakan pelayanan terhadap user.

 (4) Variabel  Ekspektasi (Y)
Berikut Tabel 4.5 adalah tabel distribusi frekuensi variabel Ekspektasi(Y) berdasarkan data hasil pengumpulan kuesioner.
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Variabel Ekspektasi
Skor
Interval
Frekwensi
Persentase
Sangat tidak baik    
Tidak baik
Cukup
Baik                         
Sangat baik
1 s.d.1.7
1.8 s.d. 2.50
2.6 s.d. 3.3
3.4 s.d.4.3
4.4 s.d. 5
4
19
97
53
9
2%
10%
51%
29%
5%
Total
182
100%
      (Sumber data primer yang diolah)


Dari Tabel 4.5 tersebut diketahui bahwa sebanyak 97 (51%) responden memilih cukup/netral untuk pertanyaan pada variabel ekspektasi, hal ini mencerminkan responden setuju adanya peningkatan pelayanan guna mencapai tujuan organisasi khususnya dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa.

4.3. Analisis Uji Validitas dan Reliabilitas

Hasil uji validitas dan realibilitas terhadap kuesioner yang  disebarkan kepada 182 responden menunjukkan bahwa variabel Relevansi, akurasi, responsivness dan ekspektasi valid serta realibel untuk mengukur sikap subyek penelitian dan dapat disimpulkan bahwa alat ukur variabel Relevansi, akurasi, responsivness dan ekspektasi secara statistik dianggap mampu memberikan hasil pengukuran yang konsisten, apabila pengukuran dilakukan berulang-ulang.
 (a) Reliabilitas Alat Ukur                  
Koefisien alpha atau cronbach’s alpha digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur tingkat reliabilitas atau konsistensi internal diantara butir-butir pertanyaan dalam suatu instrument. Item pengukuran dikatakan reliabel jika memiliki nilai koefisien alpha lebih besar dari 0,6 (Malhotra 2002), Nilai reliabilitas konsistensi internal ditunjukkan dalam Tabel dibawah ini, untuk koefisien alfa masing-masing variabel dalam setiap variabel dan dinyatakan reliabel karena lebih besar dari 0,6. Dengan demikian item pengukuran pada masing-masing variabel dinyatakan reliabel dan selanjutnya dapat digunakan dalam penelitan. Sedangkan untuk pengujian reliabilitas menggunakan uji alpha cronbach. Uji ini sangat sesuai untuk pengujian yang menggunakan teknik one shot technique. Indikator variabel dinyatakan reliabel jika nilai signifikansi alpha lebih kecil dari 0,05.

1. Analisis Uji  Reliabilitas untuk variable Relevansi (X1)
                   Reliability Statistics


Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based on Standardized Items
N of Items
.7485
.7427
5

  1. Analisis Uji  Reliabilitas untuk variable Akurasi (X2)
                   Reliability Statistics

Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based on Standardized Items
N of Items
,7843
,7849
5

  1. Analisis Uji  Reliabilitas untuk variable Responsivness (X3)
                   Reliability Statistics

Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based on Standardized Items
N of Items
,8247
,8245
5


  1. Analisis Uji  Reliabilitas untuk variable Ekspektasi (Y)
                   Reliability Statistics

Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based on Standardized Items
N of Items
,7955
,8034
3

Dari Tabel diatas dapat disimpulkan untuk uji  reliabilitas pada variabel Relevansi, Akurasi, responsivness dan ekspektasi,  sebagai berikut :


Tabel 4.6 Rekapitulasi Uji  Realiabilitas

Variabel
Crombath apha > 0,6
Keterangan
Relevansi
0.7485
Realible
Akurasi
0,7843
Realible
Responsivness
0,8247
Realible
Ekspektasi
0,7955
Realible
Sumber data primer yang diolah

Dari  Tabel 4.6 dapat dilihat bahwa semua variabel nilai crombath alpha > 0.6 dan dinyatakan realiable.
 (b) Validitas Alat Ukur
Penelitian ini menggunakan kuisioner untuk mengumpulkan data penelitian. Validitas sebuah alat ukur diketahui dengan cara mengkorelasikan skor  masing-masing item dengan total skor masing-masing item. Validitas atau correlation dinyatakan valid apabila mempunyai nilai correlation (r) hitung lebih besar dari r standar yaitu 0,3. menurut Malhotra(2002) pengujian menggunakan uji Pearson atau Product Moment. Penentuan valid tidaknya item kuesioner dengan melihat r korelasi Pearson. Jika r korelasi diatas 0,3 maka valid dan jika dibawah 0,3 berarti tidak valid.
1. Analisis uji validitas untuk variable Relevansi (X1)
Variabel relevansi
R E L I A B I L I T Y   A N A L Y S I S   -   S C A L E   (A L P H A)


Item-total Statistics

                               Scale              Scale             Corrected
                               Mean             Variance      Item-              Squared         Alpha
                               if Item            if Item          Total              Multiple         if Item
                               Deleted          Deleted         Correlation                           Correlation               Deleted

RELEVAN1      15.1538         7.9873        .4444                  .2059           .7277
RELEVAN2      15.1593         6.8640        .6165                  .4934           .6633
RELEVAN3      14.9176         8.1534        .4127                  .1994           .7380
RELEVAN4      15.3297         6.2443        .6718                  .5372           .6369
RELEVAN5      14.8022         8.1154        .4271                  .1947           .7333




2. Analisis uji validitas untuk variable Akurasi (X2)
Variabel Akurasi
Item-total Statistics

                             Scale              Scale          Corrected
                             Mean             Variance                           Item-                  Squared    Alpha
                             if Item           If Item      Total              Multiple             if Item
                             Deleted          Deleted      Correlation    Correlation       Deleted

AKURASI1      14.7857         7.1638        .5785               .3561                 .7380
AKURASI2      14.4615         7.5869        .5208               .2850                 .7568
AKURASI3      14.5165         7.6102        .4985               .2590                 .7642
AKURASI4      14.3956         7.1796        .6418               .4215                 .7179
AKURASI5      14.5659         7.2967        .5655               .3356                 .7423

3. Analisis uji validitas untuk variable Akurasi (X2)
Variabel Responsive
R E L I A B I L I T Y   A N A L Y S I S   -   S C A L E   (A L P H A)

Item-total Statistics

                         Scale             Scale             Corrected
                         Mean            Variance      Item-               Squared           Alpha
                         if Item           if Item          Total               Multiple           if Item
                         Deleted        Deleted         Correlation     Correlation      Deleted

RESPON1     13.4560       8.5036          .6629               .4671                .7769
RESPON2     13.1978       9.0877           .5658               .4400                .8051
RESPON3     12.9231       8.9443           .6027               .4535                .7947
RESPON4       13.2088       8.6965          .6332               .5001                .7859
RESPON5       13.3901       8.7475          .6306               .4511                .7866
4. Analisis uji validitas untuk variable Ekspektasi (Y)
Variabel Ekspetasi
R E L I A B I L I T Y   A N A L Y S I S   -   S C A L E   (A L P H A)


Item-total Statistics

                           Scale            Scale             Corrected
                           Mean           Variance      Item-                  Squared             Alpha
                           if Item        if Item          Total                  Multiple             if Item
                           Deleted        Deleted         Correlation       Correlation        Deleted

EKSPEK1        6.7418         2.2589          .5793                 .3581                  .7936
EKSPEK2        6.4231         2.4333          .7262                 .5351                  .6471
EKSPEK3        6.2637         2.2837          .6310                 .4541                  .7302
Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa nilai Correctes item total Correlationl> 0.3 berarti semua kuesioner dinyatakan valid.
4.4. Uji Persyaratan Analisis Regresi Majemuk
Dalam regresi linear berganda terdapat 3 (tiga) persyaratan uji analisis regresi majemuk yang harus dipenuhi yaitu;
  1. Hasil Uji Normalitas
Tujuan dilakukannya uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah model regresi, variable terikat dan variable bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Data yang berdistribusi normal dalam suatu model regresi dapat dilihat pada grafik normal P-P plot, dimana bila titik-titik yang menyebar disekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti  arah garis diagonal, maka data tersebut dapat dikatakan berdistribusi normal. Pada Gambar 4.1. memperlihatkan P-P Plot telah berdistribusi normal.                           


Gambar 4.1 Uji Normalitas

  1. Hasil Uji Heterokedastisitas
Pengujian heterokedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual pengamatan kepengamatan yang lain dengan dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut :
  • Jika ada data yang membentuk pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu dan teratur (bergelombang, melebar kemudian meyempit) maka telah terjadi heterokedastisitas.
  • Jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar didtas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heterokedastisitas.
Gambar 4.2 menunjukkan bahwa pada grafik scatterplot terlihat titik-titik yang menyebar secara acak dan data menyebar dengan baik diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. hal ini menunjukkan tidak terjadi heterokedastisitas pada model regresi


Gambar 4.2 Uji heterokedastisitas.

  1. Hasil Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahn pada periode t-1 (sebelumnya). Dimana pengujian autokorelasi dapat dideteksi dari besarnya nilai Durbin Watson. Berikut ini merupakan petunjuk dasar pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi :
    1. Angka DW dibawah -2 berati ada autokorelasi positif
    2. Angka DW diantara -2 sampai +2 berarti tidak ada autokorelasi
    3. Angka DW diatas +2 berarti ada autokorelasi negatif   

 Hasil pengolahan data SPSS  memperlihatkan hasil uji autokorelasi sebagai berikut


Tabel 4.7. Uji autokorelasi


Model
Durbin-Watson
1
1,863

           
Dari hasil model summary dapat diperoleh nilai Durbin Watson sebesar 1,863, dimana nilai DW diantara 2 sampai +2, maka tidak terjadi autokorelasi

Tabel 4.8 Hasil Uji Regresi Linear Berganda


Variabel
B
Beta
T hitung
Tingkat Sig
Keterangan
Konstanta
.143

.623
.534
Berpengaruh terhadap model regresi
Relavansi
.157
.143
1.968
.049
Signifikan
Akurasi
.292
.265
3.486
.001
Signifikan
Responsive
.436
.436
6.656
.000
Signifikan
F hitung
Signifikasi
R
70,847
0,000
0,738
0,544
   Sumber : hasil pengolahan SPSS yang diolah


Berdasarkan Tabel 4.8, maka model regresi tersebut dapat dianalisis berdasarkan koefisien- koefisienya.
Model persamaan regresi linier berganda berdasarkan tabel diatas adalah :
Y = 0.143+ 0,157 X1 + 0,292 X2 + 0.436X3
Dari fungsi regresi tersebut diatas, maka diketahui bahwa :
1.      Jika variabel relevansi  (X1)  berubah maka kepuasan user akan berubah. Tanda positif menunjukkan perubahan yang searah. Apabila relevansi meningkat, maka ekspektasi juga meningkat dengan koefisien regresi sebesar 0,157. Dan sebaliknya jika Relevansi menurun, maka ekspektasi juga menurun dengan koefisien regresi sebesar 0,157 dengan catatan X2 dan X3 tetap.
2.      Jika variabel akurasi (X2) berubah maka ekspektasi juga akan berubah. Tanda positif menunjukkan perubahan yang searah. Apabila Akurasii meningkat, maka ekspektasi akan meningkat dengan koefisien regresi sebesar  0,292. Dan sebaliknya jika Akurasi menurun, maka ekspektasi akan meningkat dengan koefisien regresi sebesar  0,292. dengan catatan X1 dan X3 tetap. 
3.      Jika variabel Responsivness (X3) berubah maka ekspektasi juga akan berubah. Tanda positif menunjukkan perubahan yang searah. Apabila responsivness meningkat, maka ekspektasi akan meningkat dengan koefisien regresi sebesar  0.436. Dan sebaliknya jika Akurasi menurun, maka ekspektasi akan meningkat dengan koefisien regresi sebesar  0.436.  dengan catatan X1 dan X2 tetap.
4.      Nilai konstanta sebesar 0.143 yang berarti apabila Relevansi dan Akurasi dan responsivness tetap atau tidak mengalami perubahan, maka ekspektasi sebesar nilai konstannya yaitu  0.143.
5.      Dilihat dari nilai beta variabel relevansi (0.143), variabel akurasi (0.265), variabel responsivness  (0,436) lebih besar pengaruhnya dibandingkan relevansi dan akurasi.
4.5.  Koefesien Determinasi Berganda dan Koefisien Korelasi Berganda
          1. Koefisien Determinasi Berganda
Nilai koefesien penentu (determinasi) yang ditunjukkan oleh besarnya R­­2 = 0,544 menyatakan bahwa pada tingkat a = 0,05 pengaruh variabel relevansi dan akurasi dan responsivness terhadap kepuasan user dilingkungan Universitas Bina Darma adalah sangat kuat dan siginifikan karena angka tersebut positif dan jauh diatas 0,05. Hal ini juga menggambarkan bahwa 54.4% variasi perubahan kepuasan user dapat dijelaskan oleh variasi vaiabel relevansi, akurasi dan responsibness, sedangkan sisanya sebesar 45.6% dijelaskan oleh variabel lainnya.
          2. Koefisien Korelasi Berganda
Koefisien korelasi berganda (R) = 0,738 menunjukkan adanya hubungan secara bersama-sama yang cukup kuat antara ketiga variabel bebas terhadap variabel ekspektasi sebagai variabel tergantung.

4.6.  Pembuktian hipotesis


           1.  Pembuktian hipotesis pertama (Uji F)
Uji F – hitung ( Fh ) atau (p <0,05) ini bertujuan untuk menguji apakah variabel-variabel Relevansi, akurasi dan responsivness secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap ekspektasi dilingkungan Universitas Bina Darma. Untuk menguji kebenaran hipotesis tersebut dilakukan uji F. Uji F ini dilakukan dengan membandingkan F hitung yang dihitung dengan F tabel. Jika F hitung > F tabel maka persamaan regresi dan koefisien korelasinya signifikan sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Atau dapat pula dilihat dari level of signifikan alpha  (a) = 0,05. Jika nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.
   Hipotesis
Ho : b1 = b2 = b3 = b4 = 0, Fh < Ft, maka Ho diterima, H1 ditolak. Berarti  tidak  ada  pengaruh  yang  signifikan  dari variabel relevansi, akurasi dan responsivness secara bersama-sama terhadap variabel ekspektasi.
H1 : b1 b2 b3 b4 0, Fh Ft, maka Ho ditolak, H1 diterima. Berarti ada pengaruh yang signifikan dari variabel relevansi, akurasi dan responsivness secara bersama-sama terhadap variabel ekspektasi.       
Dari data diatas dapat dianalisis dengan menghasilkan nilai sebagai berikut :
Dengan mengambil taraf signifikan sebesar 5% maka dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 (p < 0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya dapat disimpulkan bahwa ada hubungan secara linear antara relevansi, akurasi dan responsivness terhadap ekspektasi.
Dari hasil analisis diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
p < 0,05 dan H1 : b1 b2 b3 b4 0, maka Ho ditolak, H1 diterima.   Hal ini berarti variasi dari model regresi berhasil menerangkan  pengaruh  variasi variabel relevansi, akurasi dan responsivness secara keseluruhan terhadap ekspektasi.
           2.  Pembuktian Hipotesis Kedua (Uji t)
1)      Pengujian pengaruh secara parsial dari variabel relevansi, akurasi dan responsivness terhadap  ekspektasi dilingkungan Universitas Bina Darma.
Hipotesis
            Ho : bn = 0 ; t – hitung < t – tabel atau (p > 0,05), maka Ho diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel relevansi secara parsial terhadap variabel ekspektasi.
H1 : bn 0 ; t – hitung t – table atau (p < 0,05),  maka Ho ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan dari variabel relevansi secara parsial terhadap variabel ekspektasi.
Dari data diatas dapat dianalisis dengan menghasilkan nilai sebagai berikut :
Nilai t hitung relevansi  sebesar 1.968 dengan tingkat signifikan sebesar 0,049 (p < 0,05), maka menolak Ho atau dengan kata lain  hal ini menunjukkan  ada pengaruh yang signifikan antara variabel relevansi  terhadap ekspektasi.
 Dari hasil analisis diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
 H1 : bn 0 ; t – (p < 0,05), dengan nilai probalitas jauh lebih kecil  dari taraf signifikansi, maka Ho ditolak dan H1 diterima, berarti ada pengaruh yang siginifikan dari variabel relevansi secara parsial terhadap variabel ekspektasi dilingkungan Universitas Bina Darma
2)      Pengujian pengaruh secara parsial dari variabel Akurasi terhadap   ekspektasi dilingkungan Universits Bina Darma
             Hipotesis
             Ho : bn = 0 ; t – hitung < t – table atau (p > 0,05),  maka Ho diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel akurasi secara parsial terhadap variabell ekspektasi.
             H1 : bn 0 ; t – hitung t – tabel  atau (p < 0,05), maka Ho ditolak dan H1  diterima. Hal ini berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan dari variabel Akurasi secara parsial terhadap variabel ekspektasi.
Dari data diatas dapat dianalisis dengan menghasilkan nilai sebagai berikut :
Nilai t hitung akurasi  sebesar 3,486 dengan tingkat signifikan sebesar 0,001 (p < 0,05)  Maka menolak Ho atau dengan kata lain Hal ini menunjukkan,  ada pengaruh yang signifikan antara variabel akurasi terhadap ekspektasi.
Dari hasil analisis diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut;:
             H1 : bn 0 ; (p < 0,05), dengan nilai probalitas jauh lebih kecil  dari taraf signifikansi, maka Ho ditolak dan H1 diterima, berarti ada pengaruh yang signifikan dari variabel akurasi secara parsial terhadap variabel ekspektasi dilingkungan Universitas Bina Darma

4.7. Pembahasan

Pembahasan yang akan dilakukan berikut ini berdasarkan hasil analisis statistik korelasi parsial, hubungan korelasional dan korelasi regresi berganda linier, dan upaya pendalaman tiap vaiabel dengan menggunakan hasil analisis yang telah diolah dengan bantuan paket program Statistical Program for Social Science (SPSS) For MS Windows Release 12’.
            Hubungan antara variabel Relevansi (X1) terhadap variabel Ekspektasi (Y)
Nilai t hitung Relevansi sebesar 1.968 dengan tingkat signifikan sebesar 0,049 (p < 0,05), maka menolak Ho atau dengan kata lain  hal ini menunjukkan  ada pengaruh yang signifikan antara variabel relevansi terhadap ekspektasi.
Pada dasarnya relevansi berhubungan erat dengan timbulnya kecendrungan untuk melakukan sesuatu guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini sesuai dengan kondisi yang ada pada objek penelitian dimana relevansi hasil keluaran dapat menentukan tingkat kepuasan user.
4.7.2.      Hubungan antara variabel Akurasi (X2)  terhadap variabel Ekspektasi(Y)
Nilai t hitung akurasi sebesar 3.486 dengan tingkat signifikan sebesar 0,001 (p < 0,05)  Maka menolak Ho atau dengan kata lain Hal ini menunjukkan,  ada pengaruh yang signifikan antara variabel akurasi terhadap ekspektasi. Kondisi ini mendukung dan sesuai dengan objek penelitian dimana variabel akurasi keluaran dapat   meningkatkan kepuasan user.
4.7.3.      Hubungan antara variabel Responsivness (X3) terhadap variabel Ekspektasi(Y)
Nilai t hitung responsivness sebesar 6.665 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 (p < 0,05)  Maka menolak Ho atau dengan kata lain Hal ini menunjukkan,  ada pengaruh yang signifikan antara variabel responsivnessi terhadap ekspektasi. Kondisi ini mendukung dan sesuai dengan objek penelitian dimana variabel responsivness di bagian pelayanan  dapat   meningkatkan kepuasan user.
4.7.4.      Hubungan antara variabel Relevansi (X1), Akurasi (X2) dan Responsivness (X3) terhadap variabel Ekspektasi (Y)
Dengan mengambil taraf signifikan sebesar 5% maka dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 (p < 0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya dapat disimpulkan bahwa ada hubungan secara linear antara Relevansi, Akurasi dan Responsivness terhadap ekspektasi.
Berdasarkan hasil keseluruhan analisis statistik korelasional tersebut diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara variabel bebas Relevansi (X1), Akurasi (X2) dan responsivness (X3) dengan variabel tergantung ekspektasi (Y).


5.            KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan dan analisa yang telah dilakukan serta sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian, maka diambil kesimpulan hal-hal sebagai berikut :
  1. Pengaruh kualitas layanan sistem informasi akademik di proyeksikan dalam 3 komponen yaitu relevansi, akurasi dan responsivness.
  2. Setelah dilakukan pengukuran, penilaian dan analisis secara kuantitatif;
Yang paling berpengaruh terhadap kepuasan user adalah responsivness dengan nilai t hitung responsivness sebesar 6,656 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 (p < 0,05),  Akurasi mempunyai pengaruh di urutan berikutnya dengan nilai t hitung akurasi  sebesar 3,486 dengan tingkat signifikan sebesar 0,001 (p < 0,05), Relevansi mempunyai pengaruh paling rendah dengan nilai t hitung relevansi   sebesar 1,968 dengan tingkat signifikan sebesar 0,049 (p < 0,05), pengaruh variabel Relevansi, akurasi dan responsivness terhadap ekspektasi dilingkungan Universitas Bina Darma adalah sangat kuat dan siginifikan karena angka tersebut positif dan jauh diatas 0,05. Hal ini juga menggambarkan bahwa 54,4% variasi perubahan ekspektasi dapat dijelaskan oleh variasi vaiabel Relevansi, akurasi dan responsivness, sedangkan sisanya sebesar 45,6% dijelaskan oleh variabel lainnya, seperti disiplin pegawai, budaya organisasi, kepemimpinan dan lain-lain.

5.2  Saran
Berdasarkan hasil pembahasan dan analisa serta kesimpulan, maka penulis menyampaikan saran-saran sebagai berikut :
  1. Responsivness mempunyai pengaruh yang kuat terhadap ekspektasi user pada Lingkungan Universitas Bina Darma, maka hendaknya pimpinan memberikan perhatian khusus terhadap factor-faktor yang dapat mempengaruhi responsivness serta mengarahkan pada tindakan-tindakan yang positif. Karena dengan memberikan responsivness yang kuat dapat mendorong pengguna sistim informasi merasa puas yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap lembaga.
  2. Akurasi harus diciptakan dengan lebih baik, sehingga user merasakan manfaat lebih yang pada akhirnya dapat meningkatkan ekspektasi.
  3. Relevansi harus diciptakan lebih baik lagi, sehingga user merasakan manfaat lebih yang pada akhirnya dapat meningkatkan ekspektasi.


DAFTAR RUJUKAN

Arifin Mochamad, Pemanfaatan Media Web Site Sebagai Sistem Informasi Akademik dan Sarana Pembelajaran Mandiri dalam Pengaruhnya dengan Prestasi Belajar Mahaiswa, Jurnal STIKOM Vol.6 No. 2 Sept 2002


Malhotra , Basic Marketing Research : Applications to Contemporary Issues with C-ROM  SPSS 10.0, Prentice Hall, 2002
Munir, A.A.S, Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia, Gramedia, Jakarta 1991
Nasution. Fahmi Natigor, Penggunaan Teknologi Iinformasi Berdasarkan Aspek Perilaku, Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, 2004
Payne, Adrian, The Essence of Service Marketing: Pemasaran Jasa. Andi, Yogyakarta, 2000
Rahmadana. M Siti dan Widho Bijaksana, Pengaruh Sistim Informasi Manajemen dan Struktur Organisasi Terhadap Efektivitas Pengambilan Keputusan pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Belawan , Jurnal http://manbisnis.tripod.com , 2002

Ratnawati. P, Mengukur Kepuasaan Masyarakat Terhadap Pelayanan Pendidikan,  Jurnal Pendidikan, http://www.depdiknas.go.id/jurnal/43/p-ratnawati.htm, 2003
Siagian, Sondang P., Manajemen Sumber Daya Manusia,  Bumi Aksara, Jakarta 1998
Soebiyantoro Johanes, Pengaruh Pelayanan Terhadap Kepuasan Pengguna Jasa Pendidikan yang di dukung Sistim Informasi, Jurnal STIKOM, Vol 7 No. 2 Sept. 2002

Taufani Chusnul Kuriatun, Strategi Pemasaran Jasa Berdasarkan SERVQUALS, Jurnal Indonesia Membangun Vol.1 No. 2 Nopember 2002

Tim ccTLD-ID, Analisis Tingkat Kepuasan dan Keamanan Konsumen dalam Upaya Peningkatan Penggunaan Domain CO.ID,  Laporan Teknis,  http://bebas.vlsm.org/v17/ com/ ictwatch/ data/ LAPORANTEKNIS- RISETDOMAIN COID. pdf,  2002
Tjiptono, Fandi, Strategi Pemasaran, Andi, Yogyakarta, 1998

http://www.ebizzasia.com/0216-2004/focus,0216,01.htm Jurnal Ebizzasia Volume II No 16 - April 2004



Untuk men download full dokument, silahkan anda klik link di bawah ini :
download[4]

Artikel Terkait:

0 Responses to "ANALISIS PENGARUH KUALITAS LAYANAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER TERHADAP KEPUASAN USER DI UNIVERSITAS BINA DARMA"

Poskan Komentar