skripsi psikologi

BAB I
PENDAHULUAN
Skripsi Psikologi

A.    Latar Belakang Masalah

Allah SWT menciptakan manusia untuk menjadi pemimpin di dunia dengan dilengkapi segenap organ tubuh dan kesempurnaan yaitu : akal, emosi, hawa nafsu dan kelengkapan lainnya. Berbagai kelengkapan tubuh itu yang menjadikan manusia lebih mulia dari mahluk Allah lainnya apabila manusia mampu memfungsikan segala potensi sesuai dengan proporsinya. Namun apabila manusia menyalah gunakan kelengkapan dan potensi yang diberikan Allah itu manusia dapat menjadi mahluk yang rendah dan bahkan lebuh rendah dari binatang sekalipun.

Potensi yang ada pada manusia, selayaknya difungsikan dan ditumbuh kembangkan sesuai dengan proporsinya, manusia akan mampu menjalankan fungsi kepemimpinannya apabila membekali diri dengan ilmu pengetahuan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Alaq 1-5 :



Artinya :  Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Maha Pemurah. Yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa  yang tidak diketahuinya. (Q.S. Al-Alaq 1-5) (Depag. RI., 1984:1097)

Sabda Nabi Muhammad SAW :

Artinya : Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. (Shalih, Ibnu ‘Adi dan Baihaqi dari Anas). (Ahdjat, 1995:330).

Dari dua nash tersebut dapat dipahami bahwa Agama Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan dan pentingnya pendidikan yang menekankan perlunya orang belajar membaca dan menulis serta belajar ilmu pengetahuan.

Dengan berbekal ilmu pengetahuan manusia akan mendapat derajat yang tinggi dan kedudukan yang mulia baik menurut pandangan Allah SWT maupun manusia, dan hal imi dapat diperoleh cara beriman kepada Allah SWT dan memperbanyak serta memperluas ilmu pengetahuan. Allah SWT dalam firman-Nya mengungkapkan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat. Firman Allah dalam surat Al-Mujaadalah ayat 11 yaitu

Artinya : ….. Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang berilmu pengetahuan dengan beberapa derajat. Dan Allah Maha mengetahui terhadap apa-apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Mujaadalah : 11) (Depag RI., 1984:910)

Dalam kaitannya dengan menuntut ilmu tersebut, maka seiring dengan kemajuan zaman yang kian pesat, proses belajar tersebut semakin maju dan masalah yang sangat kompleks dan urgen. Salah satu dari kekomplekannya, dapat dilihat dari konteks kekinian baik mulai dari tantangan dan hambatan pendidikan ataupun tujuan yang hendak dicapai oleh pendidikan itu sendiri.

Tujuan pembangunan nasional Bangsa Indonesia yang telah diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945 pada alinea ke IV adalah : Skripsi Psikologi

Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajuka kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan abadi dan keadilan sosial. (UUD 1945, 1993:02)

Cita-cita bangsa Indonesia yang merupakan penegasan dan tujuan akhir pembangunan Nasional tersebut tellah dirumuskan kembali dalam ketetapan MPR No. II/MPR/1993 tentang GBHN, sebagai tujuan pembanguna nasional yaitu :
Mewujudkan masyarakat adil makmur yang merata materiil dan spirituil berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang merdeka berkedaulatan rakyat, dalam suasana prikehidupan bangsa yang aman, tentram, tertib dan dinamis.

Untuk merealisasikan tujuan pembangunan nasional tersebut, nampaknya eksistensi pendidikan sangat urgen hal ini dapat dilihat dari tujuan Pendidikan Nasional yang termaktub dalam UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 yaitu :

Pendidikan Nasional adalah pendidikan berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.

Salah satu bentuk kemajuan dari proses belajar yaitu enggan diadakannya lembaga pendidikan yang secara formal diakui keberadaannya. Orang tua yang semestinya mendidik sendiri anaknya, dalam bebrapa aspek bisa diwakilkan dalam lembaga pendidikan formal tersebut yaitu sekolah. Sekolah atau Madrasah yang menjadi wakil dari amanat orang tua dalam mendidik anak harus memiliki kalifikasi yang cukup, dengan kata lain tidak semua lembaga pendidikan yang secara otomatis menjadi lembaga pendidika yang baik. Dengan demikian kualifikasi merupakan prasarat wajib yang harus dimiliki lembaga pendidikan, baik itu dari segi tenaga edukatif, sarana dan prasarana maupun aspek lain yang terkait.

Berkaitan dengan masalah proses belajar mengajar di sekolah, siswa maupun guru yang akan melakukan dinamisasi dalam arti proses belajar mengajar tersebut merupakan sarana untuk mengembangkan diri dan ilmu pengetahuan, sikap maupun akhlaq. Hanya saja proses belajar tersebut tidak selamanya berjalan tanpa hambatan. Hambatan atau rintangan akan senantiasa muncul setiap waktu baik itu kesulitan mengajar guru, kesulitan belajar siswa dan sebagainya. Sehingga dengan beberapa hambatan tersebut diharapkan guru dan siswa yang bersangkutan akan lebih dinamis dan inovatif.

Keberadaan bimbingan dan penyuluhan di sekolah yang berperan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam berbagai hal terutama masalah kesulitan belajar harus senantiasa mendapat perhatian yang serius agar kesulitan belajar tersebut dapat segera teratasi. Dari sini peranan bimbingan dan penyuluhan disekolah mulai diperlukan dan bukan saja untuk mengatasi kesulitan belajar siswa akan tetapi juga membantu guru dalam mengenal siswanya secara lebih dalam sehingga bimbingan dan penyuluhan lebih sistimatis dan bermutu.

Bimbingan dan penyuluhan yang keberadaannya semakin dibutuhkan dalam dunia pendidikan merupakan suatu badan yang mempunyai fungsi sangat penting. Dengan kata lain bimbingan dan penyuluhan mempunyai peran dalam mencarikan jalan keluar dari setiap kesulitan yang dihadapi siswa dalam proses belajar mengajar. Bimbingan dan penyuluhan berfungsi untuk membantu kelancaran pendidikan dan pengajaran di sekolah, artinya dengan adanya bimbingan dan penyuluhan disekolah secara intensif akan memberi dampak baik secara langsung maupun secara tidak langsung yang akhirnya akan kembali pada keberhasilan pendidikan.

Berdasarkan pada pemikiran inilah kiranya perlu dilakukan penelitian tentang peranan bimbingan dan penyuluhan dalam menanggulangi kesulitan belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah Wali Songo Desa Laweyan Kecamatan Sumbersari Kabupaten Probolinggo Tahun Pelajaran 2002/2003.
B.    Rumusan Masalah Skripsi Psikologi 

Perumusan masalah merupakan hal yang sangat penting di dalam kegiatan penelitian, sebab masalah merupakan obyek yang akan diteliti dan dicari jalan keluarnya melalui penelitian. Pernyataan ini relevan dengan yang diungkapkan oleh Suharsimi Arikunto dalam bukunya Prosedur Penelitian suatu Pendekatan mengatakan bahwa : “Masalah mesti merupakan bagian kebutuhan seseorang untuk dipecahkan, orang ingin mengadakan penelitian karena ia ingin mendapatkan pemecahan dari masalah yang dihadapi.” (Surahmad, 1989:22)

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa rumusan masalah sudah menjadi suatu “kebutuhan” dalam sebuah penelitian, karena tanpa rumusan masalah alur dan sistematika penelitian tidak akan menemukan jawaban dari masalah yang sedang diteliti.

Sedangkan Sanapiah Faisal dalam Metodologi Penelitian Pendidikan mengemukakan :

Dalam penelitian perlu ditegaskan dan dirumuskan masalah yang akan diteliti. Penegasan masalah tersebut sekaligus menggambarkan fokus arah yang diikuti nantinya di dalam proses suatu penelitian. Rumusan masalah cukup terbatas lingkupnya sehingga memungkinkan penarikan kesimpulan yang tegas. (Sudiyono, 1992:61)

Dari definisi tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa sesuatu yang bersifat problematik akan memerlukan pemecahan. Dalam penelitian kita dituntut untuk mencari pemecahan masalah tersebut.

Bertitik tolak dari latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah :
  1. Adakah peranan bimbingan dan penyuluhan dalam menanggulangi kesulitan belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah Wali Songo Desa Laweyan Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo.
  2. Bagaimana peranan bimbingan dan penyuluhan dalam menanggulangi kesulitan belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah Wali Songo Desa Laweyan Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo.
C.    Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian di dalam karya ilmiah merupakan target yang hendak dicapai melalui serangkaian aktivitas penelitian, karena segala yang diusahakan pasti mempunyai tujuan tertentu yang sesuai dengan permasalahannya.

Tujuan dalam penelitian akan sangat membantu terhadap pencapaian hasil yang optimal dan dapat memberikan arah terhadap kegiatan yang dijalankan dalam penelitian itu.

Sesuai dengan persepsi tersebut dan berpijakpada rumusan masalah yang telah disebutkan, maka penelitian ini mempunyai tujuan :
  1. Ingin mengetahui ada tidaknya peranan bimbingan dan penyuluhan dalam menanggulangi kesulitan belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah Wali Songo Desa Laweyan Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo.
  2. Ingin mengetahui bagaimana peranan bimbingan dan penyuluhan dalam menanggulangi kesulitan belajar siswa dengan bimbingan di Madrasah Tsanawiyah Wali Songo Desa Laweyan Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo.

D.    Kegunaan Penelitian Skripsi Psikologi
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak yang terkait utamanya bagi pihak-pihak berikut ini :
1.    Bagi Guru
Sebagai sarana untuk mengambil inisiatif dalam rangka penyempurnaan program proses belajar mengajar sehingga antara guru sebagai pendidik di sekolah dan siswa sebagai pihak yang perlu dididik bisa saling melengkapi dan bekerja sama dengan baik, sehingga prestasi belajar siswa akan selalu meningkat.
2.    Bagi Instansi
Sebagai bahan masukan dalam mengambil kebijaksanaan yang tepat dan memberikan/menambah sarana dan prasarana dalam rangka memberikan gairah dalam proses belajar mengajar guna meningkatkan mutu dan prestasi belajar siswa, sekaligus meningkatkan mutu pendidikan.
3.    Bagi Penulis
Sebagai bahan latihan dalam penulisan karya ilmiah, sekaligus sebagai tambahan informasi mengenai bimbingan dan penyuluhan yang ada di lembaga madrasah khususnya di Madrasah Tsanawiyah Wali Songo Desa Lawean Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo.



E.    Hipotesis Penelitian
Menurut Suharsimi Arikunto dalam buku Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek, menyatakan bahwa “Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul” (1997:67).
Adapun Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
  • Hipotesis Kerja (Ha)
“Ada peranan bimbingan dan penyuluhan dalam menanggulangi kesulitan belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah Wali Songo Dewa Laweyan Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo”.
  • Hipotesis Nihil (Ho)
“Tidak ada peranan bimbingan dan penyuluhan dalam menanggulangi kesulitan belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah Wali Songo Dewa Laweyan Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo”.
F.    Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian

Penelitian tentang peranan bimbingan dan penyuluhan dalam menanggulangi kesulitan belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah Wali Songo Desa Laweyan Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo ini mempunyai jangkauan yang sangat luas. Namun karena adanya keterbatasan waktu, tenaga, dana, dan kemampuan yang dimiliki penulis, maka ruang lingkup penelitian dibatasi pada masalah sebagai berikut ini :
  1. Karakteristik lokasi penelitian, yakni mengenai gambaran umum tentang lokasi tersebut yang meliputi sejarah berdirinya madrasah, struktur organisasi, dan data-data lain yang diperlukan dalam penelitian.
  2. Bentuk-bentuk bimbingan dan penyulihan yang diberikan oleh guru kepada siswa baik secara prefentif maupun kuratif dalam menanggulangi kesulitan belajar siswa.
  3. Data tentang hasil perolehan skor dari angket yang telah disebarkan untuk mengetahui ada tidaknya peranan bimbingan dan penyuluhan dalam menanggulangi kesulitan belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah Wali Songo Desa Laweyan Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo

BAB II
BAB III
METODE PENELITIAN
Skripsi Psikologi 

A.    Rancangan Penelitian
Dalam rangka mencari data yang valid, maka penelitian ini disusun dengan rancangan penelitian seefektif dan seefisien mungkin, agar dalam penulisannya nanti tidak memakan waktu yang terlalu lama dan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti.

Untuk mendapatkan data tentang peranan bimbingan dan penyuluhan, peneliti menggunakan metode angket yang diberikan siswa yang berisi pertanyaan-pertanyaan sekitar aktifitas orang tua yang berhubungan dengan kepribadian anak.

Data yang telah diperoleh dengan menggunakan angket kemudian ditabulasikan dan diletakkan dalam format tabel dengan menggunakan rumus prosentase (%) yang kemudian disusul dengan beberapa analisis hasil dari data angket yang telah dicapai.

Namun sebelum kegiatan penelitian dilaksanakan, maka terlebih dahulu melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut :
1)    Persiapan
Dalam suatu kegiatan, persiapan merupakan unsur-unsur yang sangat penting. Begitu juga dalam kegiatan penelitian, persiapan merupakan unsur yang perlu diperhitungkan dengan baik sebab yang baik akan memperlancar jalannya penelitian.

Sehubungan dengan judul dan rumusan masalah yang telah disebutkan pada bab terdahulu, maka persiapan dalam melaksanakan penelitian ini adalah sebagai berikut :
a)    Menyusun rencana
Dalam menyusun rencana ini penulis menetapkan beberapa hal seperti berikut ini.
  • Judul penelitian
  • Alasan penelitian
  • Problema penelitian
  • Tujuan penelitian
  • Obyek penelitian
  • Metode yang dipergunakan
b)    Ijin melaksanakan penelitian
Dengan surat pengantar dari Bapak Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Nurul Jadid Paiton Probolinggo, penulis dimohonkan ijin ke Kepala Madrasah Tsanawiyah Wali Songo Desa Laweyan Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Dengan demikian penulis telah mendapatkan ijin untuk mengadakan untuk melakukan penelitian di tempat tersebut.
c)    Mempersiapkan alat pengumpul data yang berhubungan dengan langkah-langkah orang tua, yakni menyusun instrumen dan angket dan wawancara. Skripsi Psikologi 
2)    Pelaksanaan
Setelah persiapan dianggap matang, maka tahap selanjutnya adalah melaksanakan penelitian. Dalam pelaksanaan tahap ini peneliti mengumpulkan data-data yang diperlukan dengan menggunakan beberapa metode, antara lain :
a)    Wawancara
b)    Angket
c)    Dokumentasi
3)    Penyelesaian
Setelah kegiatan penelitian selesai, penulis mulai menyusun langkah-langkah berikutnya, yaitu :
  • Menyusun kerangka laporan hasil penelitian dengan mentabulasikan dan menganalisis data yang telah diperoleh, yang kemudian dikonsultasikan kepada Dosen Pembimbing dengan harapan apabila ada hal-hal yang perlu direvisi, akan segera dilakukan sehingga memperoleh suatu hasil yang optimal.
  • Laporan yang sudah selesai kemudian akan dipertaruhkan di depan Dewan Penguji, kemudian hasil penelitian ini digandakan dan disampaikan kepada pihak-pihak yang terkait.

B.    Populasi dan Sampel Penelitian
1.    Populasi
Populasi menurut Sutrisno Hadi adalah semua individu untuk siapa kenyataan-kenyataan yang diperoleh dari sampel yang hendak digeneralisasikan. Sedangkan pengertian sampel adalah sebagian individu yang diselidiki” (1994:70).

Sedangkan menurut T. Raka Joni “Populasi adalah keseluruhan individu yang ada, yang pernah dan mungkin ada yang merupakan sasaran yang sesungguhnya dari pada suatu penyelidikan” (t.th.:13).

Bertolak dari pengertian di atas, maka dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh siswa MTs. Wali Songo Desa Lawean Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo yang berjumlah 98 orang
2.    Sampel Penelitian
Pengertian mengenai sampel, Suharsimi Arikunto menyatakan bahwa, “Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti” (1997:177). Selanjutnya Suharsimi menyatakan bahwa :

“Untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subyeknya kurang dari 100 lebih 100 lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi, selanjutnya jika subyeknya besar dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih tergantung setidaknya dari :
  1. Kemampuan peneliti melihat dari segi waktu, tenaga dan dana. Skripsi Psikologi
  2. Sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subyek, karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya data.
  3. Besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti, untuk peneliti yang beresiko besar, hasilnya akan lebih besar” (1992:107)

Berdasarkan pengertian di atas, maka dalam penelitian ini mengambil sampel siswa mulai kelas I sampai dengan kelas III. Adapun jumlah siswa yang penulis jadikan sampel adalah sebagai berikut :
Kelas I berjumlah 15 siswa
Kelas II berjumlah 15 siswa
Kelas III berjumlah 10 siswa 
Dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 siswa.
Adapun Teknik penarikan sampel (sampling) menurut Saifuddin Azwar ada beberapa macam yaitu :
1.    Sampel probabilitas

Sampel probabilitas adalah teknik penarikan sampel di mana setiap unsur, elemen atau anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi sampel. Beberapa cara teknik penarikan sampel probabilitas adalah sebagai berikut :
  1. Sampling acak sederhana (simple random sampling) adalah proses penarikan sampel dari populasi memiliki peluang yang sama untuk ditarik menjadi sampel.
  2. Sampling berstrata (stratified random sampling) adalah proses penarikan sampel dimana keadaan populasi tidak sama (heterogen)
  3. Sampling berkelompok (cluster sampling) adalah proses pengambilan sampel dimana keadaan populasi tidak diketahui secara pasti.
  4. Sampling sistematis (systematic random sampling) adalah proses pengambilan sampel di mana unsur atau anggota pertama saja dari sampel dipilih acak, sedangkan anggota-anggota berikutnya dipilih secara sistematis berdasarkan cara tertentu.
2.    Sampel Non Probabilitas
Sampel non probabilitas adalah proses penarikan sampel di mana setiap anggota populasi mendapat kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel.
Macam-macam teknik penarikan sampel non probabilitas sebagai berikut :
  • Sampling secara kebetulan (accidental sampling) adalah pengambilan sampel dengan cara mengambil siapa saja yang ada atau kebetulan ada.
  • Sampling secara sengaja (purposive sampling) adalah proses penarikan sampel atas dasar pertimbangan yang dibutuhkan oleh peneliti dalam penelitiannya. (1998:87-89)

Berdasarkan teori di atas maka penarikan sampel yang dilakukan oleh peneliti adalah menggunakan teknik penarikan sampel non probabilitas dengan cara sampling secara sengaja.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
Skripsi Psikologi

A.    Diskripsi Data

Pada bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang obyek penelitian dengan maksud untuk menggambarkan obyek penelitian secara global, yaitu keadaan-keadaan sekolah di wilayah sample sebagaimana dijelaskan dalam bab pertama bahwa sekolah yang menjadi obyek penelitian ini adalah Madrasah Tsanawiyah Wali Songo Desa Lawean Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo.

Untuk memperoleh gambaran yang lebi jelas mengenai sekolah tersebut akan dikemukakan secara kronologis sebagai berikut ini :
1.    Sejarah berdirinya Madrasah Tsanawiyah Wali Songo Desa Lawean Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo.

Madrasah Tsanawiyah Wali Songo adalah sebuah lembaga pendidikan tingkat menengah pertama yang dikelola dan bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Islam Wali Songo (YPI Wali Songo). Madrasah ini berlokasi di Desa Laweyan Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo.

Adapun batas-batas madrasah ini adalah sebagai berikut :
  • Di sebelah timur berbatasan dengan rel lori serta rumah masyarakat
  • Di sebelah utara berbatasan dengan sawah-sawah
  • Di sebelah barat berbatasan dengan sawah dan pemukiman masyarakat
  • Di sebelah selatan berbatasan dengan jalan desa

Rencana pembangunan madrasah ini bermula dari prakarsa Bapak Juli dan Bapak Heru Kartika. Rencana tersebut akhirnya oleh mereka ditindaklanjuti dengan mengadakan rapat di rumah Bpk. Ahsanudi guna membentuk panitia pembangunan gedung sekaligus musyawarah tentang tanah yang akan ditempati. Dalam musyawarah itu ternyata salah satu dari pengagas itu yaitu Bpk. Ahsanudi dengan rela menyumbangkan tanahnya untuk ditempati gedung tersebut. Skripsi Psikologi

Sesudah rencana itu matang kemudian membentuk panitia khusus untuk menangani serta mengelolanya. Tepatnya tanggal 7 Maret 1991. Lembaga ini berdiri dan diberi nama Madrasah Tsanawiyah Wali Songo. Yang diangkat sebagai ketuanya adalah Bpk. Heru Kartika. Wakilnya Bpk. Juli Hartono dan yang menjadi kepala sekolah adalah Bpk. Drs. Hidayatullah.

Adapun latar belakang berdirinya madrasah ini adalah sebagai berikut :
  1. Banyak siswa lulusan SD/MI di sekitarnya tidak dapat melanjutkan sekolah, alasannya jauh dari kota.
  2. Untuk menampung anak-anak yang keberadaan ekonomi orang tuanya kurang mampu.
  3. Karena tidak adanya pendidikan tingkat lanjutan pertama yang berciri khas Islam. Walau ada jaraknya cukup jauh.
  4. Ingin membantu pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta menunjang program pendidikan dasar 9 tahun.
Dalam perkembangannya Madrasah Tsanawiyah Wali Songo ini senantiasa mengalami kemajuan yang cukup berarti dilihat dari peran serta masyarakat untuk memasukkan putra-putrinya untuk dididik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Berkat pertolongan Allah SWT, dan diikuti dengan semangat yang tinggi dari semua pihak, maka perkembangan Madrasah Tsanawiyah Wali Songo ini meningkat dengan kelengkapan tenaga pengajarnya.
2.    Struktur Organisasi Madrasah Tsanawiyah Wali Songo
Demi tertibnya serta tercapainya tujuan dan pengajaran di Madrasah Tsanawiyah Wali Songo maka disusunlah struktur organisasi sebagai langkah dan arah instruktif kepemimpinan serta arah konsultatif dari semua komponen yang berada di bawahnya.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Skripsi Psikologi

A.    Kesimpulan
Dari beberapa analisa yang telah dipaparkan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1.    Kesimpulan Umum
Bahwa peranan bimbingan dan penyuluhan dalam menanggulangi kesulitan belajar siswa MTs. Wali Songo Laweyan Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo Tahun Pelajaran 2002/2003 cukup atau sedang. 
Hal ini nampak sekali pada layanan bimbingan dan penyuluhan baik layanna yang bersifat preventif maupun layanan yang bersifat kuratif.
2.    Kesimpulan Khusus
  • Bahwa peranan bimbingan dan penyuluhan dalam menanggulangi kesulitan belajar siswa dengan bimbingan yang bersifat preventif di MTs. Wali Songo sudah dapat dikatakan cukup dengan tugasnya yaitu memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada para siswa yang mempunyai permasalahan.
  • Bahwa peranan bimbingan dan penyuluhan dalam menanggulangi kesulitan belajar siswa di MTs. Wali Songo dengan bimbingan dan penyuluhan yang bersifat kuratif juga dapat dikatakan cukup, hal ini dapat dilihat pada layanan bimbingan yang diberikan pada siswa untuk mengatasi masalah.

B.    Saran

Bertitik tolak dari keseluruhan pembahasan di atas dan berpijak pada hal-hal yang pernah dianalisa di MTs. Wali Songo, maka dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut :
  1. Bagi petugas bimbingan dan penyuluhan hendaknya meningkatkan mekanisme kerjanya dan mempertahankan dengan baik sebagaimana yang telah dilaksanakan selama ini, hal ini akan berakibat positif terhadap siswa khususnya nama baik sekolah.
  2. Kepada Kepala MTs. Wali Songo agar senantiasa memberikan perhatian dan motivasi yang besar kepada petugas bimbingan dan penyuluhan terutama dalam hal fasilitas dan prasarana agar kegiatan bimbingan dan penyuluhan dapat berjalan secara optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Skripsi Psikologi

Ahmad, Abu 1978. Psikologi Pendidikan. Semarang : Rineka Cipta
Ahdjad, Nadjih 1995. Terjemahan al-Jami’ush Shaghir Jilid III, Surabaya : PT Bina Ilmu
Ahmadi, Abu dan Achmad Rohani. 1991. Bimbingan dan Konseling di Sekolah, Jakarta : Rineka Ilmu
AM, Sadirman . 1987. Interakasi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta : CV. Rajawali
Anshari, Hafi. 1983. Pengantar Ilmu Pendidikan, Surabaya: Usaha Nasional
Arifin, M. 1994. Teori Konseling Umum dan Agama, Jakarta : Golden Terayon Press.
Arikunto, Suharsimi. 1993. Prosedur Penelitian suatu PendekatanPraktek, Jakarta : PT. Rineka Cipta
Depdikbud, 1991. Kamus Besar  Bahasa Indonesia, PN. Balai Pustaka
Departemen Agama RI, 1984. al-qur-an dan Terjemahannya, Jakarta : Proyek Penaggndaan Kitab Suci al-qur-an
Faisal, Sanafiyah. 1990. Penelitian Kualitatif Dasar dan Aplikasi, Malang
Hadi, Sutrisno. 1989. Meteodologi Reseach.1, Yogyakarta : Andi Affset
Hadi, Sutrisno. 1990. Meteodologi Reseach.2, Yogyakarta : Andi Affset
Hamalik, Oemar, 1990, Metode Belajar dan Kesulitan-kesulitan Belajar. Bandung : Tarsito
Hamalik, Oemar. 1992, Psikologi Belajar Mengajar, Sinar Baru Algesindo
Moleong, Lexy J. 1998. Meteodologi Penelitian Kualitatif, Bandung : Remaja Rosdakarya
Oh ya skripsi psikologi ini tidak secara lengkap saya posting dengan berbagai alasan seperti banyaknya data yang akan menyulitkan anda untuk membacanya, (TABEL, GAMBAR, DIAGRAM) dll. maka dari itu saya berinisiatif memberikan kenyamanan pada teman teman semua ntuk mendownloadnya. silahkan download dimbawah ini

download[4]

Artikel Terkait:

1 komentar:

uii profile (visit their site)

saya mahasiswa dari Universitas Islam Indonesia
Artikel yang menarik, bisa buat referensi ini ..
terimakasih ya infonya :)

Poskan Komentar