TINGKAT LITERASI KOMPUTER MASYARAKAT DESA PARDOMUAN –I KECAMATAN PANGURURAN KABUPATEN SAMOSIR PROVINSI SUMATERA UTARA


TINGKAT LITERASI KOMPUTER MASYARAKAT
DESA PARDOMUAN –I KECAMATAN PANGURURAN KABUPATEN SAMOSIR PROVINSI SUMATERA UTARA

Oleh : Burhanuddin Panjaitan, SH

Abstrak

Teknologi informasi telah memperluas komunikasi yang dilakukan oleh manusia dengan perkembangannya saat ini telah merambah sampai ke pelosok perdesaan. Dalam hal ini teknologi informasi yang berkembang dan penggunaannya meningkat dengan pesat adalah komputer. Dibanding dengan teknologi informasi lainnya, perkembangan komputer berjalan dengan sangat pesat karena memiliki kelebihan dan kemudahan dalam pemanfaatannya. Komputer adalah alat yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk komputer diakui sebagai salah satu “lompatan teknologi” yang telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia dewasa ini dan menjadi salah satu kunci perkembangan masa depan. Kesiapan manusia/masyarakat dalam menyongsong era informasi/digital menjadi salah satu perhatian banyak pihak, khususnya para pembuat kebijakan, karena beragam konsekuensi/implikasi yang bisa muncul dari perkembangan ini. Jika beberapa waktu lampau “kemampuan membaca” merupakan kemampuan dasar yang penting bagi kemajuan masyarakat, maka hal ini dinilai sebagai ukuran yang tak lagi memadai. Kemampuan dalam memanfaatkan komputer merupakan salah satu indikator yang kini dinilai makin penting. Sehubungan dengan itu penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif dengan menentukan sampelnya sebanyak 75 orang responden. Mengacu kepada hasil penelitian yang dilakukan mengenai tingkat literasi komputer masyarakat Desa Pardomuan –I Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara bahwa komputer dinilai penting dan disukai, sehingga dapat menumbuhkan minat masyarakat untuk belajar mengetahui penggunaan komputer.
Kata kunci : Literasi Komputer, Masyarakat Perdesaan.

A. Latar  Belakang Masalah
            Sebagaimana diketahui, peradaban masa depan adalah masyarakat informasi (information society), yaitu peradaban dimana informasi sudah menjadi komoditas utama, dan interaksi antar manusia sudah berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK), demikian antara lain sambutan tertulis Menkominfo yang disampaikan oleh Deputi Bidang SDM Kominfo Ir. RSY. Kusumastuti pada acara pembukaan Diklat Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk kalangan aparatur negara yang diselenggarakan di Jakarta, atas kerja sama Depkominfo dan Japan International Cooperation Agency. Selain itu, perkembangan teknologi informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan manusia, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini, sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e, seperti  e-commerce,   e-government,  e-education,  e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversity, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika (Wardiana, 2002).
Seperti telah diungkapkan di atas, eletronik secara tidak langsung mempunyai peran strategis dalam mengembangkan masyarakat informasi. Mengapa demikian, karena elektronik bertindak sebagai perantara atau media yang membawa atau menyuarakan informasi dari pengirim ke penerima.
Untuk itu guna menuju transformasi masyarakat menuju masyarakat informasi dan masyarakat berbasis pengetahuan, tidak saja membutuhkan infrastruktur (hardware, software, aplikasi, dan konektivitas/akses) yang handal, dan regulasi (peraturan) yang mendukung, tetapi juga sumber daya manusia (SDM) atau brainware dengan tingkat literasi (melek) media yang memadai dan kemampuan mengeksplorasi konten (literasi informasi) untuk menciptakan kemakmuran. Bahkan dalam sebuah papernya, Fasli Jalal dan Nina Sardjunani menghubungkan antara tingkat literasi dengan harapan hidup masyarakat. Ternyata ada korelasi yang positif antara keduanya, artinya semakin tinggi tingkat literasi sebuah masyarakat semakin tinggi pula harapan hidupnya (Isnaini).
            Kemajuan Teknologi Informasi saat ini, telah menimbulkan banyak perubahan mendasar dalam kehidupan manusia. Ketersediaan informasi yang dapat diakses secara “Instant” melalui telepon, televisi, komputer, jaringan internet dan berbagai media elektronik, telah menggeser cara manusia bekerja, belajar, mengelola perusahaan, menjalankan pemerintahan, berbelanja ataupun melakukan kegiatan perdagangan (http://www.Ippm.itb.ac.id).
            Hal ini seringkali disebut sebagai era globalisasi ataupun revolusi informasi, untuk menggambarkan betapa mudahnya berbagai jenis informasi dapat diakses, dicari, disimpulkan serta dapat dikirimkan tanpa lagi mengenal batas-batas geografis suatu negara. Teknologi informasi telah memperluas komunikasi yang dilakukan oleh manusia dengan perkembangannya saat ini telah merambah sampai ke pelosok perdesaan. Dalam hal ini teknologi informasi yang berkembang dan penggunaannya meningkat dengan pesat adalah komputer. Adanya kemajuan teknologi informasi yang digabungkan dengan pendekatan berbagai perangkat keras dan lunak, menghasilkan tidak hanya sebuah perangkat baru, tetapi juga teknologi baru yang diperluas sampai batas optimalnya. Dibanding dengan teknologi informasi lainnya, perkembangan komputer berjalan dengan sangat pesat karena memiliki kelebihan dan kemudahan dalam pemanfaatannya.
            Komputer adalah alat yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi.
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk komputer diakui sebagai salah satu “lompatan teknologi” yang telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia dewasa ini dan menjadi salah satu kunci perkembangan masa depan. Kesiapan manusia/masyarakat dalam menyongsong era informasi/digital menjadi salah satu perhatian banyak pihak, khususnya para pembuat kebijakan, karena beragam konsekuensi/implikasi yang bisa muncul dari perkembangan ini. Jika beberapa waktu lampau “kemampuan membaca” merupakan kemampuan dasar yang penting bagi kemajuan masyakat, maka hal ini dinilai sebagai ukuran yang tak lagi memadai. Kemampuan dalam memanfaatkan komputer merupakan salah satu indikator yang kini dinilai makin penting.
            Sesuai dengan kenyataan yang ada, di Kabupaten Samosir pemanfaatan teknologi informasi masih sangat terbatas, bahkan masih dijumpai kegiatan surat-menyurat dilakukan secara manual. Informasi-informasi menyangkut pertanian, pasar, pariwisata, pendidikan, kesehatan, masih belum dapat diakses secara cepat dengan teknologi informasi dalam hal ini seperti komputer apalagi Internet.
            Untuk mengatasi kesenjangan ini, perlu dilakukan penelitian yang diharapkan dapat mengidentifikasi tingkat pemanfaatan teknologi informasi khususnya komputer dan menemukan gagasan-gagasan yang kontekstual untuk menentukan kebijakan yaitu melalui sebuah pengkajian dan penelitian.

B. Permasalahan
a)      Bagaimana tingkat literasi komputer pada masyarakat Desa Pardomuan-I Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir ?
b)      Faktor-faktor apakah yang menjadi pendorong/pendukung bagi masyarakat Desa Pardomuan-I Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir dalam menggunakan komputer ?
c)      Faktor-faktor apakah yang menjadi penghambat bagi masyarakat Desa Pardomuan-I Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir dalam menggunakan komputer ?

C. Tujuan dan Kegunaan
Tujuan Penelitian.
a)      Untuk mengetahui bagaimana tingkat literasi komputer pada masyarakat Desa Pardomuan-I Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.
b)      Untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang menjadi pendorong/pendukung bagi masyarakat Desa Pardomuan–I Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir dalam menggunakan komputer.
c)      Untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang menjadi penghambat bagi masyarakat Desa Pardomuan-I Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir dalam menggunakan komputer.

Kegunaan Penelitian
            Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan menjadi referensi dalam penelitian selanjutnya dibidang teknologi informasi khususnya komputer. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai bahan masukan untuk kebijakan pemerintah pusat maupun daerah, khususnya dalam hal pemanfaatan teknologi informasi komputer untuk kepentingan publik.

D. Tinjauan Teori
Secara umum untuk menggambarkan kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang telematika dapat diketahui dari tingkat kesadaran, pemahaman dan pendayagunaan ICT yang disebut e-literacy. Literacy dalam kamus bahasa inggris, diartikan sebagai “the ability to read and write” atau kemampuan untuk membaca dan menulis. Dalam bahasa Indonesia bisa disebut dengan kata “melek”.
Dalam bidang yang terkait dengan telematika, ada beberapa jenis literacy atau kadar melek seseorang, yaitu melek informasi, melek komputer, melek internet, melek teknologi.
Gambaran e-literacy secara konseptual dapat dikategorikan dalam enam kategori, berdasarkan konsep atau teori Personal-Capability Maturity Model (P-CMM).
Menurut teori ini, level e-literacy seseorang dapat digambarkan sebagai berikut :
Level 0
Seorang individu sama sekali tidak tahu dan tidak perduli akan pentingnya informasi dan teknologi untuk kehidupan sehari-hari
Level 1
Jika seorang individu pernah memiliki pengalaman satu dua kali dimana informasi merupakan sebuah komponen penting untuk pencapaian keinginan dan pemecahan masalah, dan telah melibatkan teknologi informasi maupun komunikasi untuk mencarinya.
Level 2
Jika seorang individu telah berkali-kali menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu aktivitasnya sehari-hari dan telah memiliki pola keberulangan dalam penggunaannya.  
Level 3
Jika seorang individu telah memiliki standard penguasaan dan pemahaman terhadap informasi maupun teknologi yang diperlukannya, dan secara konsisten mempergunakan standard tersebut sebagai acuan penyelenggaraan aktivitasnya sehari-hari.
Level 4
Jika seorang individu telah sanggup meningkatkan secara signifikan (dapat dinyatakan secara kuantitatif) kinerja aktivitas kehidupannya sehari-hari melalui pemanfaatan informasi dan teknologi       
Level 5
Jika seorang individu telah menganggap informasi sebagai bagian tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari, dan secara langsung maupun tidak langsung telah mewarnai perilaku dan budaya hidupnya (bagian dari information society atau manusia berbudaya informasi).            

            Selanjutnya teori yang juga dapat dijadikan acuan adalah teori Difusi Inovasi. Teori difusi inovasi termasuk kedalam pengertian komunikasi secara luas dalam mengubah masyarakat melalui penyebarserapan ide-ide dan hal-hal yang baru. Menurut Rogers (1995), dalam penyebaran suatu inovasi baru, terdapat unsur-unsur (a) suatu inovasi, (b) dikomunikasikan melalui satu saluran tertentu, (c) dalam jangka waktu tertentu, (d) diantara para anggota suatu sistem sosial.
            Bahkan dikatakan oleh Rogers dan Shoemaker, ada 4 tahap keputusan seorang individu dalam peneeyebarserapan inovasi baru yaitu :
1.      Pengetahuan : mengetahui adanya inovasi dan memiliki pengertian bagaimana inovasi tersebut berfungsi.
2.      Persuasi : menentukan sikap suka atau tidak sukanya terhadap inovasi.
3.      Keputusan : terlibat dalam kegiatan yang membawa seseorang pada situasi memilih apakah menerima atau menolak inovasi.
4.      Konfirmasi : mencari penguat bagi keputusan yang telah diambil sebelumnya.
            Selanjutnya Rogers (1995 : 15-16) menegaskan bahwa ada beberapa karakteristik yang mempengaruhi tingkat adopsi inovasi tersebut, yaitu :
1.      Keuntungan relatif : maksudnya adalah sejauhmana inovasi tersebut dipandang lebih baik dan memberikan keuntungan bagi penggunanya dari teknologi sebelumnya.
2.      Kesesuaian : sejauhmana inovasi tersebut konsisten terhadap nilai-nilai yang ada.
3.      Kerumitan : maksudnya adalah sejauhmana inovasi tersebut dipandang sulit untuk dimengerti atau digunakan oleh penggunanya.
4.      Kemampuan untuk dicoba : sejauhmana inovasi tersebut mungkin dapat dicobakan dengan kemampuan yang terbatas.
5.      Kemampuan dapat dilihat : maksudnya adalah sejauhmana hasil-hasil dari inovasi tersebut dapat dilihat oleh orang lain dalam waktu cepat.

E. Kerangka Konsep

Kerangka konsep adalah abstraksi mengenai suatu fenomena yang dirumuskan atas dasar generalisasi dari sejumlah karaktersitik kejadian ke dalam kelompok atau individu tersebut (Singarimbun, 1998:24).
Berdasarkan kerangka teoritis di atas, adapun konsep-konsep dalam penelitian ini dapat dibedakan menjadi beberapa variabel, yaitu:
1.      Variabel Anteseden.
Variabel anteseden ini terdiri dari data sosiodemografis dan psikologis masyarakat. Dimana variabel anteseden ini akan membedakan antara satu karakter individu dengan individu lainnya. Adapun yang termasuk kedalamnya adalah : usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, minat akan informasi dan teknologi internet.
2.      Variabel Penerima.
Maksudnya adalah sejauhmana tingkat penerimaan suatu individu dalam masyarakat terhadap internet dan kemampuannya dalam menguasai internet tersebut. Yang termasuk kedalamnya adalah tingkat pengetahuan, persuasi, keputusan dan konfirmasi.
3.      Variabel Media.
Variabel media adalah sejauhmana terpaan media internet (adopsi inovasi) mampu diterima oleh individu dalam masyarakat. Adapun yang termasuk kedalamnya adalah keuntungan relatif, kesesuaian, tingkat kerumitannya, mampu dicobakan, dan mampu dilihat hasilnya.
4.      Variabel Efek.
Maksudnya adalah sejauhmana tingkat penguasaan individu dalam masyarakat dengan menggunakan internet. Ini dapat dilihat dari tingkat atau level e-literacy.

F. Model Teoritis.

Variabel                   Variabel                 Variabel            Variabel
Anteseden                Penerima                Media               Efek

Sosiodemografis   Dimensi Inovasi     Terpaan Internet    Pemanfaatan dan Psikologis                                                                              Internet 

G. Metode Penelitian

1. Jenis Penelitian
            Penelitian ini dilakukan dengan metode survei yang bertujuan mengumpulkan dan menggali sejumlah besar data untuk dianalisis selanjutnya. Dalam metode survei, dilakukan juga prasurvey sebagai eksperimen untuk melihat kelayakan penelitian tersebut untuk dilanjutkan.

2. Lokasi Penelitian
            Penelitian ini memilih lokasi penelitian di Kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera Utara yang merupakan bagian dari wilayah kerja BBPPKI Medan. Penentuan daerah ini menjadi lokasi penelitian adalah dengan pertimbangan bahwa Pemerintah telah membangun “Kampung Digital” di Kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera Utara.

3. Populasi dan Sampel
a. Populasi
            Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang mengenal atau mengerti komputer, penduduk Desa Pardomuan – I Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Propinsi Sumatera Utara.

b. Sampel
Berhubung besarnya jumlah populasi yang mengenal atau mengerti komputer di desa Pardomuan – I tidak diketahui, maka untuk menentukan besarnya sampel, peneliti menggunakan formula Cochram (dalam Lubis, 2003 ; 72) dengan rumus sebagai berikut :

                 n0 =  (t)2 . (s)2    
                            (d)2      


 

Keterangan :
no = ukuran sampel standard Cochram
  t  = nilai persentil t = 1,96
  s  = estimasi standard deviasi populasi 1,25
  d = interval kesalahan (margin of error)
Menurut Lubis, 2003 ; menyatakan bahwa secara umum dalam penelitian, interval kesalahan pada data adalah sebesar 10% dan untuk data kontiniu sebesar 3%. Sehingga margin error dalam penelitian ini yang dapat diterima  3/100 x 10 = 0,30

                             n = (1,96)2 . (1,25)2
                                         (0,30)2
                               =  75,4 dibulatkan menjadi 75.
    
Jadi sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 75 orang responden.
   
4. Metode Pengumpulan Data
Dalam melaksanakan penelitian ini, akan dilakukan pengumpulan data melalui:
a.       Library Research (Penelitian Kepustakaan).
      Ini dilakukan dengan menghimpun data dari berbagai literatur, baik dari kepustakaan maupun dari sumber-sumber lain yang berhubungan dengan penelitian ini.
b.      Field Research (Penelitian Lapangan).
      Yaitu mengumpulkan data dengan cara menghimpun data secara langsung di daerah lokasi yang diteliti dan direkam melalui observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner.
5. Metode Analisis Data
            Sesuai dengan sifat dan tujuannya, maka analisis penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif didukung dengan data kualitatif yang diperoleh melalui indepth-interview, dimana data lapangan yang diperoleh melalui daftar pertanyaan dikoding dan ditabulasi untuk mendapatkan tendensi dengan persentase.



H. Gambaran Umum Lokasi Penelitian.
Luas wilayah Desa Pardomuan I adalah 2,50 km². Jarak kantor Kepala Desa Pardomuan I ke Ibukota Kabupaten adalah sejauh 1 km dengan menggunakan roda dua atau roda empat. Desa Pardomuan I memiliki 3 Dusun dan tidak memiliki lingkungan.
Jumlah penduduk Desa Pardomuan I adalah sebanyak 3.513 yang terdiri dari 1.695 orang laki-laki, dan 1.818 orang perempuan, sedangkan jumlah banyaknya rumahtangga sebesar 712 rumahtangga.
I. Temuan Penelitian.
Tabel – 1
Minat Responden Terhadap TI (Komputer)
No
Keterangan
F
%
1.
Sangat berminat
25
33,34
2.
Berminat
31
41,33
3.
Kurang berminat
19
25,33
4.
Tidak berminat
-
-
Jumlah
75
100,00
  Sumber: Hasil penelitian
   n = 75
Berdasarkan pendapat responden tentang minat terhadap TI sebagaimana terdapat dalam tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa responden yang menjawab berminat menempati urutan pertama dengan jumlah persentase sebesar 41,33%, urutan kedua adalah responden yang mengatakan sangat berminat yaitu dengan jumlah persentase sebesar 33,34%,menyusul responden yang mengatakan kurang berminat dengan jumlah persentase sebesar 25,33 %, sedangkan responden yang mengatakan tidak berminat tidak ada ditemukan dalam penelitian ini. 
            Tabel ini memberikan gambaran tentang minat responden terhadap TI dalam penelitian ini adalah lebih didominasi responden dengan menjawab berminat dengan jumlah persentase 41,33 %.
Tabel – 2
Pengenalan Responden Tentang Komputer
NO
Keterangan
F
%
1
Tidak pernah mendengar
-
-
2
Pernah mendengar tetapi belum melihatnya
-
-
3
Pernah mendengar dan tahu bentuknya
17
22,67
4
Pernah mendengar dan tahu menggunakannya
58
77,73
Jumlah
75
100,00
Sumber: Hasil penelitian
n = 75
Berdasarkan jawaban, tentang jumlah responden yang pernah mendengar komputer sebagaimana dapat diketahui bahwa responden yang menjawab pernah mendengar dan tahu menggunakannya dalam penelitian ini yaitu dengan jumlah persentase sebesar 77,73 %, kemudian diurutan terakhir responden yang menjawab pernah mendengar dan tahu bentuknya yaitu dengan jumlah persentase sebesar 22,67 %. Sedangkan responden yang memberikan jawaban tidak pernah mendengar dan pernah mendengar tetapi belum melihatnya tidak ada dalam penelitian ini








Tabel – 3
Pertama Kali Responden Memperoleh Sumber Informasi Komputer
NO
Uraian
F
%
1.
Majalah, Tabloid
19
 25,34
2.
Media Elektronik
13
17,34
3.
Buku-buku Komputer/Pelajaran di Sekolah
33
44,00
4.
Kursus/Les
9
12,00
5.
Lainnya, Teman
1
  1,33
Jumlah
75
100,00
Sumber: Hasil penelitian
n = 75
Tabel ini memberikan gambaran bahwa responden yang diteliti dalam penelitian ini adalah lebih didominasi oleh yang pernah mendengar dan tahu menggunakannya.
Berdasarkan pendapat responden tentang pertama kali responden memperoleh sumber informasi komputer sebagaimana terdapat dalam tabel diatas dapat dilihat bahwa responden pertama memperoleh sumber dari Buku-buku Komputer yaitu menempati urutan pertama dengan jumlah persentase sebesar 44,00 %, urutan kedua adalah bahwa responden pertama memperoleh sumber dari Majalah, Taboid dengan jumlah persentase sebesar 25,34 %, urutan ketiga adalah bahwa responden pertama memperoleh sumber dari Media Elektronik dengan jumlah persentase sebesar 17,34 %, urutan keempat adalah bahwa responden pertama memperoleh sumber dari Kursus/Les dengan jumlah persentase sebesar 17,34 %, urutan terakhir adalah bahwa responden pertama memperoleh sumber dari Lainnya, Teman dengan jumlah persentase sebesar 1,33 %,
Tabel ini memberikan gambaran bahwa pertama kali responden memperoleh sumber informasi komputer dalam penelitian ini adalah bersumber dari buku-buku computer/Pelajaran di Sekolah.
Tabel – 4
Pemilikan Responden Terhadap Komputer
NO
Keterangan
F
%
1.
Memiliki
13
17,34
2.
Tidak memiliki
        62
82,66
Jumlah
        75
   100,00
Sumber: Hasil penelitian
n = 75
Berdasarkan jawaban responden tentang responden yang memiliki komputer sebagaimana dapat diketahui bahwa responden yang menjawab memiliki dalam penelitian ini sebanyak 62 responden yaitu dengan jumlah persentase sebesar 82,66 %, kemudian diurutan terakhir responden yang menjawab tidak memiliki sebanyak 13 responden yaitu dengan jumlah persentase sebesar 17,34 %.
Tabel – 5
Durasi Responden Menggunakan Komputer
NO
Keterangan
F
%
1.
Tidak pernah menggunakan
 17
 22,67
2.
Pernah menggunakan
 6
   8,00
3.
Kadang-kadang menggunakan
 4
  5,33
4.
Jarang menggunakan
15
20,00
5.
Sering menggunakan
           16
 21,00
6.
Setiap hari menggunakan
           17
22,67
Jumlah
75
100,00
      Sumber: Hasil penelitian
      n = 75

Berdasarkan pendapat responden tentang durasi penggunanaan komputer adalah yang tidak pernah menggunakan dan setiap hari menggunakan memiliki jumlah persentase yang sama yaitu sebesar 22,67 %, urutan kedua adalah sering menggunakan, yaitu dengan jumlah persentase sebesar 21,00 %, tempat ketiga adalah jarang menggunakan yaitu dengan jumlah persentase sebesar 20,00 %, menyusul pernah menggunakan dengan jumlah persentase sebesar 8,00 %, dan terakhir adalah kadang-kadang menggunakan dengan jumlah persentase sebesar 5,33 %.

Tabel – 6
Tingginya Animo Masyarakat Untuk Belajar Sebagai Pendorong/Pendukung Responden Menggunakan Komputer
NO
Keterangan
F
%
1.
Ya
19
25,33
2.
Tidak
56
74,67
Jumlah
75
100,00
         Sumber: Hasil penelitian
         n = 75
Berdasarkan jawaban responden tentang pendukung responden menggunakan komputer di urutan pertama yaitu tingginya animo masyarakat untuk belajar dalam penelitian ini dengan jumlah persentase sebesar 25,33 %, kemudian menyusul ditempat kedua/terakhir responden yang menjawab tidak yaitu dengan persentase sebesar 74,67 %.
Tabel ini memberikan gambaran bahwa tingginya animo masyarakat bukan menjadi pendorong responden dalam menggunakan komputer.

Tabel – 7
Dukungan Infrastruktur Lingkungan Sebagai Pendorong/Pendukung Responden Menggunakan Komputer
NO
Keterangan
F
%
1.
Ya
17
22,67
2.
Tidak
58
77,33
Jumlah
75
100,00
        Sumber: Hasil penelitian
        n = 75
Berdasarkan jawaban responden tentang pendukung responden menggunakan komputer diurutan pertama yaitu dengan dukungan infrastruktur lingkungan dalam penelitian ini yaitu dengan jumlah persentase sebesar 22,67 %, kemudian menyusul ditempat terakhir responden yang menjawab tidak menjadi pendorong yaitu dengan persentase sebesar 77,73 %.
Tabel ini memberikan gambaran bahwa dengan dukungan infrastruktur lingkungan bukan menjadi pendorong responden dalam menggunakan komputer.

Tabel – 8
Kemudahan Dalam Menyelesaikan Pekerjaan Sebagai Pendorong/Pendukung Responden Menggunakan Komputer
NO
Keterangan
F
%
1.
Ya
42
56,00
2.
Tidak
33
44,00
Jumlah
75
100,00
        Sumber: Hasil penelitian
        n = 75
Berdasarkan jawaban responden tentang pendukung responden menggunakan komputer diurutan pertama yaitu kemudahan dalam menyelesaikan pekerjaan dalam penelitian ini yaitu dengan jumlah persentase sebesar 56,00 %, kemudian menyusul ditempat kedua/terakhir responden yang menjawab tidak menjadi pendorong yaitu dengan persentase sebesar 44,00 %.
Tabel ini memberikan gambaran bahwa kemudahan dalam menyelesaikan pekerjaan adalah menjadi pendorong responden dalam menggunakan komputer.

Tabel – 9
Adanya Dukungan Kebijakan Sebagai Pendorong Responden Menggunakan Komputer
NO
Keterangan
F
%
1.
Ya
17
22,67
2.
Tidak
58
77,33
Jumlah
75
100,00
        Sumber: Hasil penelitian
        n = 75
Berdasarkan jawaban responden tentang pendorong responden menggunakan komputer diurutan pertama yaitu adanya dukungan kebijakan dalam penelitian ini yaitu dengan jumlah persentase sebesar 22,67 %, kemudian menyusul ditempat kedua/terakhir responden yang menjawab tidak menjadi pendorong  dengan persentase sebesar 77,33 %.
Tabel ini memberikan gambaran bahwa dukungan kebijakan bukan menjadi pendorong responden dalam menggunakan komputer

Tabel – 10
Kemudahan Dalam Memperoleh Pekerjaan Sebagai Pendorong/Pendukung Responden Menggunakan Komputer
NO
Keterangan
F
%
1.
Ya
23
30,67
2.
Tidak
52
69,33
Jumlah
75
100,00
         Sumber: Hasil penelitian
         n = 75
Berdasarkan jawaban responden tentang pendorong responden menggunakan komputer di urutan pertama yaitu dapat memudahkan memperoleh pekerjaan dengan jumlah persentase sebesar 30,67 %, kemudian menyusul ditempat terakhir responden yang menjawab tidak menjadi pendorong yaitu dengan persentase sebesar 69,33 %.
Tabel ini memberikan gambaran bahwa dapat memudahkan memperoleh pekerjaan bukan menjadi pendorong responden untuk menggunakan komputer.

Tabel – 11
Dapat Memudahkan Komunikasi Sebagai Pendorong/Pendukung Responden Menggunakan Komputer
NO
Keterangan
F
%
1.
Ya
21
28,00
2.
Tidak
54
72,00
Jumlah
75
100,00
       Sumber: Hasil penelitian
       n = 75
Berdasarkan jawaban responden tentang pendukung responden menggunakan komputer diurutan pertama yaitu dapat memudahkan komunikasi sebagaimana dalam penelitian ini yaitu dengan jumlah persentase sebesar 28,00 %, kemudian menyusul ditempat kedua/terakhir responden yang menjawab tidak  menjadi pendorong yaitu dengan persentase sebesar 72,00 %.
Tabel ini memberikan gambaran bahwa dapat memudahkan komunikasi bukan menjadi pendorong responden untuk menggunakan komputer.
Tabel – 12
Harga Komputer Yang Mahal Sebagai Penghambat Responden Menggunakan Komputer
NO
Keterangan
F
%
1.
Ya
54
72,00
2.
Tidak
21
28,00
Jumlah
75
100,00
       Sumber: Hasil penelitian
       n = 75
Berdasarkan jawaban responden tentang penghambat responden menggunakan komputer diurutan pertama yaitu harga komputer yang mahal dalam penelitian ini dengan jumlah persentase sebesar 72,00 %, kemudian menyusul ditempat terakhir responden yang menjawab tidak menjadi penghambat yaitu dengan persentase sebesar 28,00 %.
Tabel ini memberikan gambaran bahwa harga komputer yang mahal adalah merupakan penghambat responden untuk menggunakan komputer.
Tabel – 13
Biaya Les Komputer Yang Mahal Sebagai Penghambat Responden Menggunakan Komputer
NO
Keterangan
F
%
1.
Ya
33
44,00
2.
Tidak
42
56,00
Jumlah
75
100,00
      Sumber: Hasil penelitian
      n = 75
Berdasarkan jawaban responden tentang penghambat responden menggunakan komputer diurutan pertama yaitu biaya les komputer yang mahal dalam penelitian ini yaitu dengan jumlah persentase sebesar 44,00 %, kemudian menyusul ditempat kedua/terakhir responden yang menjawab tidak menjadi penghambat yaitu dengan persentase sebesar 56,00 %.
Tabel ini memberikan gambaran bahwa dibeberapa daerah sulit menemukan komputer bukan menjadi penghambat responden dalam menggunakan komputer.

Tabel – 14
Waktu Tidak Cukup Untuk Belajar Sebagai Penghambat Responden Menggunakan Komputer
NO
Keterangan
F
%
1.
Ya
30
40,00
2.
Tidak
45
60,00
Jumlah
75
100,00
          Sumber: Hasil penelitian
          n = 75
Berdasarkan jawaban responden tentang penghambat responden menggunakan komputer yaitu ditempat pertama yang menjawab waktu yang tidak cukup untuk belajar dengan jumlah persentase sebesar 40,00 %, kemudian menyusul ditempat kedua/terakhir responden yang menjawab tidak menjadi penghambat dengan persentase sebesar 60,00%.
Tabel ini memberikan gambaran bahwa waktu tidak cukup untuk belajar bukan menjadi penghambat responden dalam menggunakan komputer.




Tabel – 15
Bahasa Inggris Yang Minim Sebagai Penghambat Responden Menggunakan Komputer
NO
Keterangan
F
%
1.
Ya
47
62,67
2.
Tidak
28
37,33
Jumlah
75
100,00
       Sumber: Hasil penelitian
       n = 75
Berdasarkan jawaban responden tentang penghambat responden menggunakan komputer diurutan pertama yaitu bahasa inggris yang minim yaitu dengan jumlah persentase sebesar 62,67 %, kemudian menyusul ditempat kedua/terakhir responden yang menjawab tidak  yaitu dengan persentase sebesar 37,33 %.
Tabel ini memberikan gambaran bahwa dibeberapa daerah sulit menemukan komputer bukan menjadi penghambat responden dalam untuk menggunakan komputer.
Tabel – 16
Ilmu Komputer Yang Sulit Sebagai Penghambat Responden Menggunakan Komputer
NO
Keterangan
F
%
1.
Ya
33
44,00
2.
Tidak
42
56,00
Jumlah
75
100,00
      Sumber: Hasil penelitian
      n = 75
Berdasarkan jawaban responden tentang penghambat responden menggunakan komputer yaitu ilmu komputer yang sulit sebagaimana dapat diketahui bahwa responden yang menjawab ya dalam penelitian ini yaitu dengan jumlah persentase sebesar 44,00 %, kemudian menyusul ditempat kedua/terakhir responden yang menjawab tidak  yaitu dengan persentase sebesar 56,00 %.
Tabel ini memberikan gambaran bahwa ilmu komputer yang sulit bukan menjadi penghambat responden dalam mendukung responden untuk menggunakan komputer.
Tabel – 17
Di Beberapa Daerah Sulit Ditemukan Komputer Sebagai Penghambat Responden Menggunakan Komputer
NO
Keterangan
F
%
1.
Ya
27
36,00
2.
Tidak
48
64,00
Jumlah
75
100,00
        Sumber: Hasil penelitian
        n = 75
Berdasarkan jawaban responden tentang penghambat responden menggunakan komputer yaitu dibeberapa daerah sulit ditemukan komputer sebagaimana dapat diketahui bahwa responden yang menjawab ya dalam penelitian ini yaitu dengan jumlah persentase sebesar 36,00 %, kemudian menyusul ditempat kedua/terakhir responden yang menjawab tidak yaitu dengan persentase sebesar 64,00 %.
Tabel ini memberikan gambaran bahwa dibeberapa daerah sulit menemukan komputer bukan menjadi penghambat responden dalam menggunakan komputer.




Tabel – 18
Harapan Responden Agar Harga Komputer Lebih Murah
NO
Keterangan
F
%
1.
Mengharapkan
55
73,33
2.
Tidak Mengharapkan
20
26,67
Jumlah
75
100,00
       Sumber: Hasil penelitian
       n = 75
Berdasarkan jawaban responden harapan responden agar harga komputer lebih murah dapat diketahui bahwa responden yang menjawab mengharapkan dalam penelitian ini yaitu dengan jumlah persentase sebesar 73,33 %, kemudian menyusul ditempat kedua/terakhir responden yang menjawab tidak mengharapkan yaitu dengan persentase sebesar 26,67 %.
Tabel ini memberikan gambaran bahwa responden mengharapkan agar harga komputer lebih murah.
Tabel – 19
Harapan Responden Agar Mudah Dalam Mencari Penjualan Komputer
NO
Keterangan
F
%
1.
Mengharapkan
28
37,33
2.
Tidak Mengharapkan
47
62,67
Jumlah
75
100,00
       Sumber: Hasil penelitian
       n = 75
Berdasarkan jawaban responden harapan responden agar mudah dalam mencari penjualan komputer dapat diketahui bahwa responden yang menjawab tidak mengharapkan berada pada posisi pertama yaitu dengan jumlah persentase sebesar 62,67 %, kemudian menyusul ditempat kedua/terakhir responden yang menjawab mengharapkan  yaitu dengan persentase sebesar 37,33 %.
Tabel ini memberikan gambaran bahwa responden tidak mengharapkan agar mudah dalam mencari pusat penjualan komputer.

Tabel – 20
Harapan Responden Agar Program Pelatihan Komputer Gratis
NO
Keterangan
F
%
1.
Mengharapkan
38
50,67
2.
Tidak Mengharapkan
37
49,33
Jumlah
75
100,00
        Sumber: Hasil penelitian
        n = 75
Berdasarkan jawaban responden harapan responden agar program pelatihan komputer gratis dapat diketahui bahwa responden yang menjawab mengharapkan  dalam penelitian ini yaitu dengan jumlah persentase sebesar 50,67 %, kemudian menyusul ditempat kedua/terakhir responden yang menjawab tidak mengharapkan yaitu dengan persentase sebesar 49,33%.
Tabel ini memberikan gambaran bahwa responden berharap agar program pelatihan komputer gratis tidak dipungut biaya.






Tabel – 21
Harapan Responden Agar Program Komputer Berbahasa Indonesia
NO
Keterangan
F
%
1.
Mengharapkan
45
60,00
2.
Tidak Mengharapkan
30
40,00
Jumlah
75
100,00
           Sumber: Hasil penelitian
           n = 75
Berdasarkan jawaban responden harapan responden agar program komputer berbahasa Indonesia dapat diketahui bahwa responden yang menjawab mengharapkan dalam penelitian ini yaitu dengan jumlah persentase sebesar 60,00 %, kemudian menyusul ditempat kedua/terakhir responden yang menjawab tidak mengharapkan yaitu dengan persentase sebesar 40,00 %.
Tabel ini memberikan gambaran bahwa responden berharap agar program komputer berbahasa Indonesia.
           
Tabel – 22
Harapan Responden Agar Pengoperasian Komputer Lebih Mudah
NO
Keterangan
F
%
1.
Mengharapkan
47
62,67
2.
Tidak Mengharapkan
28
37,33
Jumlah
75
100,00
           Sumber: Hasil penelitian
           n = 75
Berdasarkan jawaban responden harapan responden agar pengoperasiaan komputer lebih mudah dapat diketahui bahwa responden yang menjawab mengharapkan dalam penelitian ini yaitu dengan jumlah persentase sebesar 62,67 %, kemudian menyusul ditempat kedua/terakhir responden yang menjawab tidak mengharapkan yaitu dengan persentase sebesar 37,33 %.
Tabel ini memberikan gambaran bahwa responden berharap agar pengoperasian komputer lebih mudah.

J. Pembahasan
            Berdasarkan temuan data-data penelitian diatas dapat dilihat bahwa tingkat literasi terhadap penggunaan komputer adalah telah mampu menguasai pemanfaatannya, karena responden pada umumnya berminat terhadap penggunaan komputer dan telah sering menggunakan komputer bahkan ada yang setiap hari menggunakannya.               Apabila dikaitkan dengan teori Personal-Capability Maturity Model (P-CMM), secara umum dapat diketahui bahwa tingkat penguasaan responden berada pada level-2 dan level-3, dimana pada level-2 dikatakan jika seorang individu telah berkali-kali menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu aktivitasnya sehari-hari dan telah memiliki pola keberulangan dalam penggunaannya, dan pada level-3 dikatakan jika seorang individu telah memiliki standard penguasaan dan pemahaman terhadap informasi maupun teknologi yang dipergunakannya, dan secara konsisten mempergunakan standard tersebut sebagai acuan penyelenggaraan aktivitasnya sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa menggunakan komputer sudah menjadi kebiasaan rutin di kalangan masyarakat Desa Pardomuan – I Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.
            Jika hal ini dilihat dari teori difusi inovasi oleh Rogers (1995), Rogers dan Shoemaker (1971), bahwa penyebarserapan (adopsi inovasi) informasi menyebabkan masyarakat menjadi berubah, dan perubahan sosialpun merangsang orang untuk menemukan dan menyebarluaskan hal-hal yang baru tersebut. Apabila hal ini diilustrasikan dengan teknologi komputer, maka komputer sudah mampu mengubah perilaku-perilaku masyarakat dalam menggantikan kebiasaan lama, misalnya dalam menggunakan mesin tik manual dan elektronik. Adapun perubahan yang terjadi pada masyarakat adalah bahwa dimana masyarakat sudah dimanjakan dengan kehadiran teknologi komputer.
            Keuntungan relatif yang didapatkan melalui komputer sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, karena komputer telah mampu mengoptimalkan pekerjaan/tugas-tugas mereka sehingga dirasakan sangat besar pengaruhnya terhadap pekerjaan/aktivitas kegiatan mereka sehari-hari. Hal ini terbukti bahwa setelah masyarakat menggunakan komputer prestasi kerja mereka mengalami peningkatan.
            Adapun yang menjadi faktor pendorong bagi masyarakat dalam menggunakan komputer adalah kemudahan dalam menyelesaikan pekerjaan mereka, sedangkan yang menjadi faktor penghambat dalam menggunakan komputer bagi masyarakat adalah harga komputer yang relatif mahal dan penguasaan bahasa Inggris yang minim sehingga sulit dalam mengoperasionalkan komputer yang pada umumnya bahasa programnya hanya tersedia dalam bahasa Inggris. Untuk mengatasi hal tersebut masyarakat mengharapkan agar pemerintah dapat menyediakan komputer dengan harga yang lebih murah dan menyediakan program komputer dalam bahasa Indonesia sehingga masyarakat lebih mudah dalam mengoperasikan komputer.   

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan.
1.      Bahwa tingkat literasi komputer masyarakat Desa Pardomuan – I Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara sudah cukup baik, dimana masyarakat pada umumnya berminat terhadap komputer dan telah menggunakannya lebih dari 5 tahun, bahkan ada yang setiap hari menggunakan komputer serta pada umumnya telah mengetahui dan mengenal perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer.  
2.      Bahwa faktor-faktor yang menjadi pendorong/pendukung bagi masyarakat Desa Pardomuan – I Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara dalam menggunakan komputer  adalah perasaan nyaman ketika menggunakannya dan merasa penting untuk memenuhi kebutuhannya
3.      Bahwa faktor-faktor yang menjadi penghambat responden dalam menggunakan komputer adalah masih tingginya harga komputer, bahasa komputer yang merupakan bahasa Inggris sehingga sulit untuk dimengerti, biaya les/kursus komputer yang mahal, ilmu komputer yang sulit untuk dipahami, waktu yang tidak cukup untuk belajar, serta dibeberapa daerah masih sulit ditemukan pusat penjualan komputer.
Saran.
1.      Agar pemerintah mengadakan sosialisasi tentang pentingnya penggunaan komputer dalam kehidupan manusia baik di kota maupun di desa, karena masih ada responden yang kurang berminat terhadap penggunaan komputer dan ada responden yang hanya pernah mendengar dan tahu bentuk komputer, tetapi tidak tahu menggunakannya.
2.      Agar pemerintah menyediakan akses universal terhadap informasi kepada masyarakat baik di kota maupun di desa secara adil dan merata, instrument kebijakan beserta program/kegiatan (prakarsa) yang tepat untuk membangun akses universal bagi seluruh lapisan masyarakat sangat urgen untuk terus ditumbuhkembangkan.     
3.      Agar pemerintah meningkatkan penyediaan sarana prasarana informasi dan komunikasi di daerah yaitu dengan mengembangkan pusat-pusat fasilitas umum bersama, seperti warnet, telecenter, dan sejenisnya, serta mengembangkan pola-pola kepemilikan komputer murah, kemitraan pemerintah dan swasta dalam penyediaan prasarana dan sarana telematika, fokus pada peningkatan pendidikan dan berbagai pengetahuan dalam komunitas masyarakat.
4.      Mendorong pengembangan fasilitas multifungsi disentra aktivitas masyarakat untuk komunitas UKM/IKM atau sentra industri, seperti pengembangan lembaga Jasa Pengembangan Bisnis berbasis teknologi informasi dan komunikasi, fasilitas multifungsi Perdesaan, Pusat Pendidikan/Pelatihan, dan Sekolah.
DAFTAR  PUSTAKA

Ardianto, Elvinaro dan Erdinaya, K. Lukiati (2004). Komunikasi Massa Suatu Pengantar, Simbiosa Rekatama Media, Bandung.

Arikunto, Suharsimi, (2002). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Rineka, Cipta, Jakarta.

Kementerian Komunikasi dan Informasi RI, (2004), Telematika Indonesia, Kebijakan dan Perkembangan Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKPI), Jakarta.

Kriyantono, Rakhmat. (2006), Teknik Praktis Riset komunikasi, Kencana Prenada Media Group, Jakarta.

Rogers, E.M. (1995). Diffusion of Innovations. Free Press. New York.

Rogers, E.M. dan F. Shoemaker (1971). Communication of Innovation – A Cross Cultural Approach. Free Press. New York.

Santoso, Gempur. (2005). Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Prestasi Pustaka Publisher, Jakarta.

Singarimbun, Masri dan Sofyan Effendi. (226). Metode Penelitian Survey. LP3ES. Jakarta.

Suryabrata, Sumadi. (2003). Metode Penelitian. PT. Raja Grafindo. Jakarta.




Untuk men download full dokument, silahkan anda klik link di bawah ini :
download[4]

Artikel Terkait:

0 Responses to "TINGKAT LITERASI KOMPUTER MASYARAKAT DESA PARDOMUAN –I KECAMATAN PANGURURAN KABUPATEN SAMOSIR PROVINSI SUMATERA UTARA"

Poskan Komentar