skripsi Matematika

  Penerapan Pendekatan Matematika Realistik (PMR) dalam Menyelesaikan Soal Cerita Pecahan Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa
BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Upaya pemerintah untuk mewujudkan tujuan pendidikan di Indonesia dengan mengadakan pembaharuan sistem pendidikan nasional, diantaranya pembaharuan dan penghapusan desentralisasi pendidikan oleh pemerintah.


Pembaharuan sistem pendidikan nasional dilakukan untuk memperbaharui visi, misi dan strategi pembangunan pendidikan nasional. Pendidikan nasional mempunyai visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua Warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah (UU RI No. 20 Tahun 2003 : 83).

Dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 6 tahun 2006 juga ditegaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut (untuk pendidikan dasar).

Dalam setiap kesempatan, pembelajaran matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi (contextual problem). Dengan mengajukan masalah kontekstual, peserta didik secara bertahap dibimbing untuk menguasai konsep matematika untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran. Sekolah dikharapkan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi seperti komputer, alat peraga atau media lainnya. (Depdiknas, 2006 : 1)

Terkait dengan hal di atas salah satu manfaat dalam mempelajari matematika adalah untuk menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari, atau untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari dengan menggunakan konsep-konsep matematika. Dengan menggunakan simbol dan relasi yang sesuai serta alogaritma tertentu maka permasalahan sehari-hari dari bentuk kalimat verbal ke dalam model matematika serta pemilihan rumus dan prosedur yang sesuai dengan permasalahan perlu ada penekanan dan pelatihan karena penggunaan rumus maupun prosedur tidak tampak secara langsung. (Winarno, 2003 : 1)

Berikut diperoleh data tentang prestasi belajar  matematika siswa kelas V SDN 5 Mataram berdasarkan nilai raport dalam menyelesaikan soal matematika tahun pelajaran 2007/2008 :
Tabel 01 :   Nilai Rata-rata Siswa Kelas  V SDN 5 Mataram Berdasarkan Nilai   Raport Pada Mata Pelajaran Matematika Tahun Pelajaran 2007/2008

Kelas
Nilai rata-rata pada mata pelajaran matematika
V.A
V.B
6,8
6,3
             Sumber :  Daftar Nilai Raport Siswa Kelas V.B Tahun Pelajaran 2007/2008, dikutip tanggal, 15 Januari 2008)

Berdasarkan tabel 01 di atas kelas V.B memiliki nilai rata-rata di bawah 6,5 sedangkan kelas V.A sebanyak 6,8. Oleh karena itu peneliti mengambil satu kelas yaitu kelas V.B sebagai objek dalam penelitian ini.

Setelah melakukan interviuw dengan guru kelas V.B SDN 5 Mataram salah satu faktor penyebab rendahnya prestasi belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita sebagian besar pendekatan yang digunakan masih bersifat mekanistik. Selama ini proses belajar mengajar didominasi dengan diskusi, penugasan dan latihan sehingga dalam waktu yang relatif singkat guru dapat menyelesaikan bahan pelajaran, kenyataan ini diperkuat oleh alasan guru yaitu mengejar target kurikulum, hal yang demikian merupakan faktor yang menjadikan matematika termasuk pelajaran yang asing yang akhirnya kurang diminati. 
Rendahnya prestasi siswa dapat juga disebabkan karena dalam pengajaran matematika, penyampaian guru cenderung bersifat monoton, hampir tanpa variasi kreatif, kalau saja siswa ditanya, ada saja alasan yang mereka kemukakan, seperti matematika sulit, tidak mampu menjawab, takut disuruh ke depan dan sebagainya  (Siti Nur’Aini, S.Pd, Guru Kelas V.B, Wawancara, Tanggal 5 Desember 2007)

Senada dengan pendapat di atas, kurangnya latihan siswa untuk menyelesaikan soal cerita pecahan mengakibatkan siswa kelas V.B SDN 5 Mataram kurang terampil dalam menyelesakan soal cerita.
Penyebab lainnya dimungkinkan karena adanya guru yang beranggapan bahwa soal cerita matematika merupakan soal-soal penerapan tingkat tinggi, sehingga soal cerita matematika (pecahan) tidak dikembangkan dalam proses pembelajaran dari awal pengembangan konsep (Winarno, 2003:1).

Melihat kondisi di SDN V Mataram yang sering dialami siswa kelas V.B SDN 5 Mataram dalam mengerjakan soal bentuk cerita matematika (pecahan) terutama  seperti sulit memahami dan mengilustrasikan soal cerita, prestasi yang masih rendah pada mata pelajaran matematika yang diantara kebanyakan siswa memperoleh nilai rata-rata < 6,5 dan guru tidak menggunakan alat atau media dalam menjelaskan materi pelajaran yang berkaitan dengan soal cerita matematika itu sendiri sehingga murid menjadi cepat lupa dengan materi yang telah diberikan. (Siti Nur’Aini, S.Pd, Guru Kelas V.B, Wawancara, Tanggal 5 Desember 2007)

Atas dasar ini peneliti mencoba untuk menerapkan satu pendekatan baru yang lebih mengarahkan siswa ke dunia nyata yaitu satu pendekatan yang disebut dengan pendekatan matematika realistik karena pendekatan ini lebih memfokuskan pada kehidupan riil siswa yang membentuk lingkungan belajar yang kondusif karena siswa adalah salah satu faktor pendukung berjalannya kegiatan belajar mengajar (KBM) dan peneliti mencoba untuk melakukan penelitian tentang ”Penerapan Pendekatan Matematika Realistik (PMR) Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Pecahan Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas V.B SDN 5 Mataram Tahun Pelajaran 2007/2008”
B.    Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang di atas, rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah ”Apakah Penerapan Pendekatan Matematika Realistik (PMR) dalam menyelesaikan soal cerita pecahan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V.B SDN 5 Mataram Tahun Pelajaran 2007/2008?”


C.    Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah ”Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa kelas V.B SDN 5 Mataram dalam menyelesaikan soal cerita pecahan dengan penerapan Pendekatan Matematika Realistik (PMR) Tahun Pelajaran 2007/2008?”.
D.    Manfaat Penelitian

Berdasarkan urain di atas, penelitian ini tentunya memiliki kegunaan baik secara teoritis maupun secara praktis. Adapun manfaat yang akan diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1)    Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi tentang upaya peningkatan prestasi belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita pecahan dengan menggunakan pendekatan matematika realistik (PMR) pada siswa Kelas V.B di SDN 5 Mataram Tahun Pelajaran 2007/2008.
2)    Manfaat Praktis
a)    Bagi siswa

Pelaksanaan penelitian ini akan dapat membuat siswa lebih berperan aktif dan lebih terampil dalam belajar serta dapat merangsang kemampuan berfikir siswa dalam memecahkan masalah sehingga dapat memperoleh hasil sesuai dengan yang diharapkan dalam upaya mengembangkan pengetahuan
b)    Bagi guru

Dapat dijadikan sebagai alternatif untuk memilih/menyiapkan strategi pembelajaran yang bisa meningkatkan pemahaman siswa sesuai dengan yang diharapkan dan juga untuk menumbuh kembangkan potensi belajar siswa khususnya mata pelajaran matematika
c)    Bagi sekolah

Pelaksanaan penelitian ini akan dapat memberikan manfaat dalam rangka meningkatkan pembelajaran di dalam kelas berupa peningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika maupun mata pelajaran yang lain dan memperbaiki teknik dan metode pembelajaran yang bervariasi.
d)    Bagi Peneliti

Sebagai bahan kajian tentang penerapan PMR dan manfaatnya secara langsung di dalam menuntaskan belajar matematika khususnya dalam menyelesaikan soal cerita matematika terutama soal cerita pecahan.


E.    Definisi Operasional

Untuk menghindari adanya salah pemahaman terhadap makna judul dalam penelitian ini, perlu dijelaskan istilah-istilah sebagai berikut :
1.    Penerapan

Penerapan diartikan sebagai proses, cara, perbuatan menerapkan (Alwi,  2001: 1180). Sedangkan menurut Riyanto (2006 :12) penerapan merupakan kemampuan untuk menggunakan atau menerapkan informasi yang telah dipelajari ke dalam situasi atau konteks yang lain atau yang baru.

Berdasarkan pendapat di atas, yang dimaksud dengan penerapan dalam penelitian ini adalah ini adalah suatu proses dalam pembelajaran yang akan dipelajari.
2.    Matematika Realistik (PMR)

Matematika realistik adalah matematika yang disajikan sebagai suatu proses kegiatan manusia, bukan sebagai produk jadi. Bahan pelajaran yang disajikan melalui bahan cerita yang sesuai dengan lingkungan siswa (Buletin Zigma Edisi, 14, 12 Oktober 2007)

Berdasarkan pendapat tersebut maka matematika realistik dalam penelitian ini adalah matematika yang dijadikan suatu proses atau kegiatan manusia.
3.    Prestasi Belajar

Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individu maupun secara kelompok (Djamarah, 1994:19). Sedangkan menurut Mas’ud Hasan Abdul Dahar dalam Djamarah (1994:21) bahwa prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan, hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja.

Belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari (Djamarah, 1994 : 21). Menurut Slameto (1995 : 2) bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
4.    Soal Cerita Pecahan

Sichman dalam Winarno (2003 : 3) menyatakan bahwa soal cerita dalam matematika adalah soal yang disajikan dalam bentuk uraian atau cerita baik secara lisan maupun tulisan. Soal cerita wujudnya berupa kalimat verbal sehari-hari yang makna dari konsep dan ungkapannya dapat dinyatakan dalam simbiol dan relasi matematika.

Soal cerita yang dibahas dalam penelitian ini adalah soal cerita berbentuk bilangan pecahan karena melihat keterbatasan waktu dalam penelitian ini.

 
F.    Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul (Suharsimi, 1998 : 67). Sedangkan menurut Narbuko (2007 : 28) hipotesis adalah pernyataan yang masih lemah kebenaranya dan masih perlu dibuktikan kenyataanya.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut :”Penerapan Pendekatan Matematika Realistik (PMR) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V.B SDN 5 Mataram dalam menyelesaikan soal cerita pecahan Tahun Pelajaran 2007/2008”


G.    Lingkup Penelitian

Mengingat terbatasnya kemampuan dan fasilitas yang dimiliki, maka pada penelitian ini terbatas pada hal-hal berikut ini :
  • Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di kelas V.B SD Negeri 5 Mataram tahun pelajaran 2007/2008.
  • Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas V.B SD Negeri 5 Mataram tahun pelajaran 2007/200.
  • Objek Penelitian
Objek penelitian ini adalah peningkatan prestasi belajar siswa dengan menerapkan Pendekatan Matematika Realistik (PMR) dalam menyelesaikan soal cerita pecahan yang dihadapi oleh siswa-siswi kelas V.B SDN 5 Mataram  tahun pelajaran 2007/2008

Untuk men download full dokument, silahkan anda klik link di bawah ini :
download[4]

Artikel Terkait:

1 komentar:

uii profile (visit their site)

saya mahasiswa dari Universitas Islam Indonesia
Artikel yang menarik, bisa buat referensi ini ..
terimakasih ya infonya :)

Poskan Komentar